Hindarkan Informasi Menyesatkan pada Anak di Dunia Maya!

19 November 2017 Artikel Pendidikan


Rasanya tidak mungkin bagi kita sebagai orangtua jika melarang anak untuk masuk kedalam dunia teknologi. Terutama pada dunia maya. Jejaring sosial pun membuat semua kalangan tergiur untuk menggunakan fasilitas tersebut apalagi untuk anak-anak dan remaja, tidak gaul jika belum kenal yang namanya social network.

Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, Yahoo, dan social network lainnya selalu saja ada hal baru yang muncul dalam dunia internet. Agar tidak ketinggalan jauh dengan pengetahuan anak tentang internet dan jejaring sosial, kita pun harus belajar untuk memahami internet. Untuk itu terus update pengetahuan tentang media sosial merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua masa kini. Sebagai orangtua Anda juga dituntut untuk memberikan bimbingan kepada anak-anak serta batasan untuk hal ini.

Sebagai orangtua, kita tidak perlu menjadi pakar teknologi untuk membantu anak-anak menjadi pengguna internet yang bijak. Cukup terlibat dalam kehidupan media mereka. Dengan ikut terlibat bersama mereka, Anda dapat membantu anak menggunakan jejaring sosial secara lebih bertanggung jawab dan aman.

Untuk itu, anda harus memantau setiap aktivitas media anak dengan cara seperti berikut:
1. Beri perhatian lebih pada hal yang disuka anak

Cobalah berikan perhatian pada permainan favorit mereka. Caranya dengan meminta mereka untuk menceritakan pengalaman bermainnya. Gunakan kesempatan ini untuk bertanya kepada mereka segala hal tentang game tersebut, alasan mereka memilih game tertentu, cara memecahkan teka-teki, atau strategi permainan yang mereka gunakan. Hal ini akan memperkuat hubungan kita sebagai orangtua dengan anak.

2. Memanfaatkan keunggulan canggih dari keamanan streaming media
Banyak anak yang menyukai situs YouTube, tetapi kita semua tahu di sana ada banyak tayangan yang tidak sesuai dengan usia mereka. Melarang anak untuk tidak mengaksesnya adalah tindakan yang sia-sia. Lebih bahaya jika mereka mengakses tanpa Anda ketahui. Yang paling baik adalah Anda mulai belajar cara mengelola situs tersebut. Manfaatkan konten filter YouTube, yang menghambat konten dewasa. Kemudian atur fitur seperti Channel Subscriptions, Playlists, and Watch Later yang memberikan Anda kontrol lebih besar terhadap tayangan yang anak lihat.

3. Mendengarkan musik
Dengarkan kepada mereka beberapa tembang jadul favorit Anda, atau lagu yang sedang disukai anak. Anda bisa saling bertukar cerita tentang jenis musik, grup musik dan penyanyi kesukaan masing-masing. Percakapan tentang musik bisa menjadi cara mendekatkan diri dengan anak. Bila Anda selalu bercerita dan menjadi pendengar yang baik bagi anak, hal ini akan membuatnya lebih nyaman berbicara dengan Anda jika mereka memiliki masalah.

4. Selalu cek situs sosial yang dibuka anak
Minta mereka untuk menunjukkan situs yang mereka kunjungi, hal yang mereka lakukan di sana, dengan siapa mereka bicara, dan apa yang mereka upload
Mulai dari aplikasi game hingga musik hampir semuanya memiliki komponen sosial untuk berinteraksi. Anak-anak Anda bisa posting status, upload foto, chatting, memberikan komentar, bermain game, atau sejumlah kegiatan berbagi secara online dengan teman-temannya. Pastikan mereka tahu aturan berinternet secara aman serta berkomunikasi dengan penuh tanggung jawab.

5. Selidiki situs anak Anda
Hindari sembarang menginstal aplikasi, baca terlebih dahulu petunjuk aplikasinya. Selain itu Anda juga bisa melakukan riset kecil dengan membaca review aplikasi tersebut. Selain itu sering-seringlah bermain game online bersama anak sehingga Anda mengetahui segala aktivitas pembelian serta interaksi dengan orang lain.

6. Kendalikan tayangan TV Anda
Ada banyak cara untuk melakukan kontrol lebih besar terhadap tontonan anak. Anda dapat menggunakan digital video recorder, on-demand programming, dan situs seperti Hulu yang memungkinkan Anda untuk menjadi penentu tayangan yang layak ditonton anak. Anda dapat menonton, mempercepat tayangan, menggunakan tombol mute, dan menghindari hal-hal yang tidak ingin dilihat anak.

7. Menetapkan kode etik digital
Ketika Anda memberikan anak-anak Anda perangkat digital seperti ponsel, komputer, atau elektronik pribadi lainnya, atur settingan perangkat gadget secara bertanggung jawab. Rajin melihat sejarah browser dan atur filter sesuai usia. Ajarkan anak-anak Anda dasar-dasar pencarian yang aman.

Mulai dari sekarang terapkan penggunaan internet yang bijak dari diri sendiri supaya anda dapat mencontohkan pada anak anda agar tidak terjerumus oleh informasi dari dunia maya yang menyesatkan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)