Hati-Hati, Ini Dia Efek Buruk Sosial Media

13 Februari 2015 Artikel Pendidikan


Anda tentu mengenal sosial media. Ya, sosial media memang bukanlah hal baru. Terlebih saat sudah bekembang pesatnya tekonologi perangkat digital saat ini, dimana kita dimudahkan dalam mengakses informasi apa saja lewat internet. Sosial media sebenarnya eksis sudah cukup lama dan awalnya digunakan untuk saling melakukan komunikasi antar teman lama maupun baru, yang dapat disebut sebagai cara untuk bersosialisasi lewat dunia maya.

Sosial media memberikan banyak manfaat, diantara menjalin komunikasi kembali dengan orang yang sudah lama tidak kita ketahui informasinya, hingga saling membagi informasi dan bahkan juga berkembang menjadi media pemasaran suatu bisnis. Namun hal tersebut tidak membuat sosial media selalu berdampak positif. Seperti pisau, teknologi adalah alat yang berguna, tetapi juga dapat merusak jika tidak digunakan secara semestinya. Banyak dari kita yang begitu ketagihan dengan sosial media dan melupakan pengaruh buruknya, dan ini tips agar Anda mengkontrol kegiatan Anda bersosial media

Mengalihkan perhatian tujuan hidup Anda

Bila kita terlalu sibuk dengan sosial media maka sudah sangat pasti kita akan melupakan tujuan hidup kita dan terjebak dalam berita yang terjadi di sosial media. Alih alih berfikir untuk mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan keterampilah, kita hanya akan berfikir bagaimana menjadi terkenal di sosial media.

Meningkatkan keinginan Anda untuk diperhatikan

Apa yang ada dipikiran Anda? itulah kata kata awal yang pasti Anda temui ketika membuka facebook. Mem-Posting status di Facebook untuk menarik perhatian orang lain dapat menjadi kebiasaan buruk bagi orang-orang yang gemar bersosial media. Bersaing untuk mendapatkan ‘like‘ sebanyak banyaknya, mem-posting berita yang mungkin Anda sendiri tidak mengetahui kebenarannya atau status status yang tidak bermanfaat bagi orang lain yang hanya dapat menimbulkan perdebatan, ini yang membuat keinginan ingin diperhatikan Anda meningkat. Anda jadi enggan mendengarkan pendapat orang lain, dan akhirnya sosial media hanyalah menjadi ajang berseteru untuk mendapatkan perhatian.

Mengurangi interaksi intensif dengan orang lain

Setelah Anda merasa berhubungan melalui sosial media itu cukup, Anda pastinya akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk ketemuan, jalan jalan atau kegiatan fisik lainya dengan teman teman Anda. Hingga pada suatu saat Anda bertemu dengan teman teman Anda namun masing masing dari Anda malah sibuk dengan ponsel pintar Anda. Akhirnya satu sama lain beranggapan pertemuan Anda tidak mengesankan dan berhenti ingin bergaul. Memang teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Cyber bullying adalah nyata

Orang-orang akan merasa aman di web dan mengatakan hal-hal yang mereka tidak biasanya katakan dalam kehidupan nyata. Meskipun Anda bukan pelaku perkataan kasar di internet namun Anda masih bisa tertular. Seperti dalam kasus pemilu 2014 fans fanatik satu kubu menjatuhkan kubu lain, kemudian kubu lain tidak terima dan balik menjatuhkan kubu lain. Saat itu Anda yang tidak tahu apa apa menjadi netral namun ketika Anda membaca lebih dalam tentang perdebatan itu lalu Andapun mulai berkomentar dan membalas argumen argumen tersebut.

Mempengaruhi tingkat depresi Anda

Sebuah studi mengatakan orang yang menggunakan sosial media berlebihan dapat meningkatkan depresi, khususnya bagi orang orang yang sudah terdiagnosa mempunyai depresi. Banyaknya cyber bullying atau perkataan perkataan kasar membuat kita cenderung lebih mudah berkata kasar. Atau jika teman teman di sosial media Anda bukanlah orang yang suka berbicara kasar tetapi Anda bisa terjangkit gejala depresi yang membuat Anda selalu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Anda merasa hidup Anda tidak seindah hidup teman Anda. Anda merasa keluarga Anda tidak sehangat keluarga teman Anda. Atau Anda merasa pendidikan Anda tidak sebaik pendidikan teman Anda. Berhentilah untuk merasakan demikian postingan facebook seringkali jauh berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup mereka.

Mari kita biasakan memposting yang baik baik, berteman dengan yang baik baik agar bacaan pada timeline sosial media kita juga menjadi bacaan yang bermanfaat. Sosial media dapat berdampak positif jika kita gunakan untuk hal hal kebaikan dan tidak digunakan berlebihan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)