Hati-Hati dalam Memuji Anak

8 Juni 2018 Artikel Pendidikan


Memberi pujian kepada anak, bagi sebagian orangtua, menjadi alat yang digunakan untuk mendorong anak melakukan sesuatu. Dengan memuji, orang tua ingin memberitahukan kepada anak bahwa mereka senang dengan kemampuan anak. Namun demikian, perlu diperhatikan caranya agar hasilnya efektif. Tapi menurut studi terbaru, memuji yang terlalu berlebihan justru bisa jadi bumerang.

Menurut Robin Goldstein, ahli pengembangan anak dari Universitas Jon Hopkins, pujian bisa berdampak negatif apabila dilakukan terlalu sering dan tidak pada kondisi yang wajar. Seorang anak memiliki dorongan yang kuat untuk menyelesaikan segala sesuatu dengan caranya sendiri dan berhasil melakukannya. Dia menjadi gembira untuk belajar, termotivasi untuk mencoba hal-hal baru, dan berminat meniru orang dewasa. Menyadari kemampuan tersebut, orangtua perlu berhati-hati untuk memuji anak. Perlu menentukan kegiatan apa yang perlu pujian.

Ketika orang tua memberikan pujian terhadap keberhasilan anak, perlu dipertimbangkan apakah pujian itu berdampak positif. Misalnya, apakah untuk melakukan tugas sederhana seperti mampu menggunakan kamar kecil atau makan sendiri memerlukan pujian. Dikuatirkan apabila berlebihan, anak berpikir bahwa dia melaksanakan itu demi orang tua, bukan kepuasan sendiri. Seorang anak yang dipuji atas keberhasilannya akan mulai curiga dan kurang percaya akan kemampuannya. Anak akan tergantung pada pujian sehingga dia tidak yakin akan keberhasilan tindakannya sebelum dia mendengar pujian yang diberikan.

Eddie Brummelman, salah satu peneliti mengatakan; Jika Anda mengatakan pada anak yang percaya dirinya rendah bahwa mereka telah melakukan sesuatu dengan sangat bagus, maka mereka akan berpikir untuk selalu mengerjakan segala sesuatu sebaik mungkin dan harus membuat orang lain kagum.

Hal itu menyebabkan anak tidak berani mengambil tugas atau belajar sesuatu yang di atas standar dan lebih memilih mengerjakan yang mudah. Akibatnya, mereka enggan menerima tantangan baru. Padahal, tantangan diperlukan agar kemampuan kognitif, emosional maupun teknis semakin berkembang.

Dengan demikian, berilah pujian secara efektif. Tentukan tindakan mana yang memerlukan pujian. Caranya bisa dengan kata-kata, pelukan, senyuman, dan anggukan kepala tanda persetujuan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)