Hari Guru Internasional 5 Oktober! Guru-Guru Berdoalah

5 Oktober 2016 Artikel Pendidikan   |    Giri Lukmato


Tepat tanggal 5 Oktober, secara global diperingati sebagai hari guru internasional. Hari dimana guru-guru dari The Australian Education Union, The Canadian Teachers' Federation, The Elementary Teachers' Federation of Ontario (Canada, The All India Secondary Teachers' Federation, The Japan Teachers' Union, The Teachers Council (New Zealand), The National Union of Teachers (United Kingdom), The National Association of Schoolmasters Union of Women Teachers (United Kingdom), dan The National Education Association (United States).

Tujuan utama perayaan Hari Guru Internasional ini adalah menghargai guru secara umum dan khususnya di daerah tertentu dengan semua kontribusinya untuk masyarakat. Di Indonesia sendiri, jarang sekali memperingati Hari Guru Internasional ini. Selain sudah memiliki Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, belum banyak juga yang mengetahui Hari Guru Internasional diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

Di beberapa daerah, seperti Karesidenan Surakarta sendiri di tahun 2013, peringatan Hari Guru Internasional lebih diperingati dengan doa bersama. Di Wonogiri sendiri akan diadakan doa bersama oleh sekitar 8.000 guru. Sementara itu, dalam doanya, para anggota PGRI Wonogiri diminta untuk mendoakan beberapa hal yang selama ini menjadi kendala yang dialami pendidik.

Di antaranya terkait kekurangan jumlah guru, perhitungan syarat jam belajar yang sulit dipenuhi untuk beberapa guru, pencairan tunjangan sertifikasi yang sering tidak lancar, dan banyaknya sistem pendidikan yang harus dipenuhi guru sehingga membingungkan. Sedang di Karanganyar, sekitar 10.000an guru akan berdoa dalam memperingati Hari Guru Internasional ini. (berita; solopos.com)

Tentunya berdoa bersama tidak di satu tempat. Hal ini tentunya akan menggangu Kegiatan Belajar-Mengajar hari Sabtu besok. Doa bersama dilakukan tepat pukul 10 pagi selama 10 menit. Inti dari doa yang dilakukan nanti tentunya berdoa atas kesejahteraan dan pendidikan yang lebih baik untuk Indonesia. Dengan semakin rumit dan kompleksnya sistem pendidikan di Indonesia, selain mengajar guru-guru juga harus memahami rumitnya administrasi.

Coba lihat cara pengumpulan portofolio PLPG atau sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Belum lagi ketika mengurus insentif sertifikasi yang kadang rumit dan cenderung tidak jelas turunnya. Belum lagi memahami kembali Kurikulum 2013 yang semakin rumit. Semoga ke depannya guru bisa kembali menjadi panutan. Menjadi pendidik yang mengajarkan moral dan norma masyarakat. Guru yang menjadi panutan yang baik. Guru yang akan tersenyum melihat anak didiknya sukses secara finasial dan moral. Menjadi generasi yang membawa perubahan berarti bagi negri.

(Penulis merupakan alumnus di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan tulisan lainnya bisa dilihat di lumakto.blogspot.co.id)