Hal yang Perlu Dihindari Saat Percakapan

31 Juli 2015 Artikel Pendidikan


Dalam kehidupan sehari - hari kita tentu dihadapi dengan percakapan atau komunikasi. Baik di dalam rumah, luar rumah, bahkan sosial media. Setiap percakapan kita mendapatkan kesan yang baru terhadap lawan bicara. Kesan tersebut mempengaruhi kedekatan hubungan kita dengan sang lawan bicara.

Pernahkah Anda merasa Anda lebih senang bercakapan dengan si A ketimbang dengan si B? Atau mungkin Andajustru yang berada di posisi si A? Itu berarti ada yang salah dengan pola percakapan Anda. Mungkin kesalahan berikut sering Anda lakukan dalam percakapan:

Tidak mendengarkan

Beberapa orang bukan tipikal pendengar yang baik. Mereka cenderung lebih ingin didengar dibanding mendengarkan. Bila Anda merasa belum menjadi pendengar yang baik, belajarlah menekan ego Anda untuk mendengarkan secara sungguh - sungguh. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara bertambah pada Anda.

Kehabisan topik pembicaraan

Ketika ngobrol mungkin kita sering merasa kehabisan bahan untuk dibicarakan dengan lawan bicara kita, terutama jika kita berbicara dengan orang yang baru saja kita kenal. Jika kehabisan topic, Anda bisa memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat hari ini. Atau bicarakan tentang di sekeliling Anda, seperti bunga, tempat makan, merek gadget, dan lain - lain.

Penyampaian yang buruk

Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang Anda katakan, melainkan bagaimana Anda menyampaikannya. Suara dan bahasa tubuh dapat mempengaruhi tanggapan orang akan apa yang Anda sampaikan. Sampaikan secara perlahan namun jelas. Gunakan jeda saat berbicara agar pembicaraan menjadi rileks.

Memotong pembicaraan

Kesalahan yang satu ini sering sekali kita temui dalam percakapan. Tentu Anda merasa kesal bila pembicaraan Anda dipotong. Sama halnya dengan lawan bicara jika Anda melakukan hal serupa. Biarkan lawan bicara Anda menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)