Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua Saat Bersosial Media

26 Juni 2019 Artikel Pendidikan


Selain memiliki banyak manfaat, media sosial juga menimbulkan banyak dampak negatif. Tidak pula sedikit orang yang mengekspos terlalu sering kegiatan pribadi mereka tanpa mengetahui resiko yang akan menerpanya sewaktu-waktu.

Hal ini juga nyatanya terjadi pada ibu modern. Di mana sang orang tua kerap kali memposting foto menggemaskan anaknya. Mengupdate status yang mengundang perilaku kejahatan dan posting hal yang bersifat pribadi. Faktanya 77% orangtua saat ini menjawab bahwa anak adalah objek yang paling sering diunggah di akun media sosialnya dibandingkan kegiatan pribadi, makanan, dan juga inspiring quotes.

Kalau dilihat dari fungsinya, sebenarnya merupakan hal yang wajar "pamer" di media sosial. Namun, ada pula etiket dan peraturan dalam bersosial media.

Anna Surti,P.Si, M.Psi, memaparkan beberapa poin yang merupakan batasan-batasan saat orangtua ingin mengunggah foto buah hatinya.

Foto atau Video tidak mengandung pornografi

Jika Anda ingin mengunggah foto saat si kecil bermain air di rumah, kolam renang, atau pantai pastikan alat kelaminnya tidak terlihat dan hindari pose-pose yang mengundang pedofilia (contoh: mengangkang).

Hindari posting hal-hal yang bersifat informasi pribadi.

Misalnya, halaman depan paspor anak atau surat-surat yang berkaitan dengan data pribadi si kecil. Hal ini untuk mengurangi risiko penculikan anak.

Pilih waktu yang tepat untuk update status.

Misalnya, saat liburan sekeluarga. Unggahlah foto saat sudah kembali ke rumah.Sebenarnya, boleh saja memamerkannya, namun kita tidak tahu apakah semua followers Anda merupakan orang yang dapat dipercaya. Alih-alih, rumah yang kita tinggalkan bisa jadi incaran.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)