Hal Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memarahi Anak

14 Agustus 2014 Artikel Pendidikan


Marah itu tidak baik. Bahkan mungkin marah itu adalah dosa. Namun dalam mendidik anak, banyak yang mengatakan marah itu perlu. Tingkah laku anak yang tidak terduga dan dapat membuat orang tua khawatir dan diungkapkan dengan emosi yang tidak terkontrol dapat diartikan oleh si anak bahwa orang tua memarahinya. Terkadang anak-anak dapat melakukan hal yang dapat membahayakan diri mereka tanpa mereka memikirkan akibat dari apa yang akan mereka lakukan. Apalagi bagi anak yang masih di bawah umur, yang masih memerlukan perhatian yang lebih dari orang tuanya dalam bertindak.

Kekhawatiran orang tua yang dilampiaskan dengan cara memarahi bisa saja membuat anak menjadi takut melakukan banyak hal yang sebenarnya justru dapat mengembangkan rasa ingin tahunya sekaligus menghasilkan ilmu yang baru bagi si anak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengungkapkan rasa marah ke anak:

1. Ingat,Anak merupakan titipan Tuhan
Sekalipun sedang merasa marah kepada anak, alangkah lebih baik jika nasihat disampaikan tidak dengan nada tinggi. Anugrah memiliki anak mungkin tidak dapat dirasakan semua orang tua di dunia sehingga sangat bijaksana jika kita bersyukur dan memperlakukan anak dengan kasih sayang yang cukup.

2. Pahami hati anak
Anak tidak mengetahui apa yang ada di hati kita dan dapat merasakan apa yang kita rasakan. Ketika sedang merasa capek atau sedang banyak pikiran, masalah pekerjaan misalnya, dan anak meminta untuk diperhatikan berlebihan, ada baiknya bagi kita untuk menjelaskan bahwa kita lelah dan butuh istirahat.

3. Tidak marah yang berlebihan ke anak
Anak bukan musuh kita, tidak baik jika kita harus memarahinya layaknya musuh kita yang tidak kita pedulikan mental dan hatinya di kemudian hari. Banyak cara yang dilakukan untuk tetap memberikan penjelasan tentang kesalahan atau yang seharusnya mereka lakukan tanpa harus memarahinya dengan cara yang kasar. Cara untuk mengungkapkan kemarahan kepada anak, antara lain:

4. Diskusikan sama anak
Berdiskusi merupakan cara yang banyak disarankan untuk membenarkan kesalahan anak. Berdiskusilah tentang apa yang diinginkan anak dan jelaskan jika yang mereka inginkan tersebut bukanlah hal yang tepat. Jangan lupa gunakan bahasa yang sederhana ketika berdialog dengan anak.

5. Anggap anak sebagai teman
Anggaplah anak kita sendiri sebagai teman. Ketika anak merasa punya teman, mereka akan banyak bercerita tentang apa yang mereka rasakan. Dengan begitu kita dapat mengetahui apa yang kita dan anak kita mau dalam setiap tindakan yang akan dilakukan anak kita.

6. Tahan emosi
Sekalipun kita sedang marah, bukan berarti kita dapat mengeluarkan kemarahan kita kepada anak begitu saja. kita perlu menahan emosi kita, karena sedang berhadapan dengan anak bukan orang lain. kita perlu memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan kemarahan kita tanpa harus berteriak-teriak.

Seberapa tinggi kemarahan orang tua, perlu diingat bahwa anak adalah titipan Tuhan yang sudah diminta dan ditunggu-tunggu. Bukan berarti dimanjakan, tetapi dididik dengan cara yang baik. Kemarahan yang meledak-ledak bukanlah cara yang baik untuk mendidik anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)