Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengajar Anak Membaca

14 Oktober 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Orang tua pembelajar akan mudah membentuk buah hatinya menjadi pribadi yang pembelajar. Karena bagaimana pun anak-anak akan selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Banyak orang tua menuntut buah hatinya bisa membaca kepada guru-guru PAUD tempat anaknya bersekolah. Namun orang tua sering kali kurang bisa mengajarkan budaya cinta baca di rumah, sehingga kecintaan membaca tidak tumbuh di hati anak-anak. Ujung-ujungnya anak-anak menganggap bahwa pelajaran membaca adalah sesuatu yang kurang menyenangkan.

Untuk mengatasi hal ini, budaya membaca perlu ditumbuhkan di hati anak-anak sejak dini. Bila orang tua telah mengajarkan buah hatinya untuk cinta membaca, maka tugas guru lebih mudah. Guru tinggal meneruskan apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya, dan tentunya anak pun tidak menjadikan pelajaran membaca sebagai suatu momok, namun adalah sesuatu yang sudah digemari.

Tips apalagi yang bisa anda pakai untuk meningkatkan minat baca anak?

1. Waktu efektif belajar membaca tidaklah lebih dari 15 menit

Jadikanlah pelajaran membaca sebagai aktivitas selingan, disamping aktivitas bermain. Tentu saja aktivitas bermain anak biasanya akan lebih banyak. Biarkan sang buah hati menjadikan aktivitas belajar membaca adalah salah satu variasi dari permainan yang mereka lakukan, bukan sebagai suatu pelajaran yang harus mereka pahami. Orang tua bisa mengajarkan anak membaca dengan bernyanyi, aktivitas mewarnai, menebalkan huruf dan lainnya. Jangan lupa dampingi anak selama mereka belajar membaca. Bila orang tua sibuk bekerja, maka tidak ada salahnya membacakan dongeng bagi anak sebelum dongeng. Hal ini akan menambah perbendaharaan kata anak, dan tentu saja akan sangat membantu dikala anak-anak belajar membaca.

2. Tidak memaksa anak belajar membaca

Agar aktivitas membaca tidak menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi anak-anak, maka orang tua tidak boleh memaksakan anak untuk membaca, apalagi saat anak dalam kondisi lelah. Diusahakan agar anak-anak belajar membaca saat anak-anak sedang dalam kondisi fit dan segar, misalnya setelah mandi pagi atau sore.

3. Saat anak sedang sibuk membaca, dampingilah

Ada kalanya anak-anak ingin membaca sesuatu, misalnya buku cerita. Saat sedang asyik-asyiknya mereka membaca, orang tua bisa langsung gabung menemani anak. Tanyakan kepada anak tentang cara membaca suatu kata yang terdapat dalam buku cerita. Bisa juga cukup menanyakan nama-nama benda yang terdapat di dalam cerita tersebut. Hal ini akan membantu anak dalam memperkaya perbendaharaan kata anak.

4. Berdiskusi bersama anak tentang buku yang dibaca

Mintalah anak membaca buku cerita yang baru saja dibeli. Lalu ajaklah anak untuk berdiskusi tentang buku baru tersebut. Orang tua bisa menanyakan tentang pendapat anak, kesan anak, dan ide anak tentang buku yang telah selesai dibaca. Bila anak belum memahami isi buku tersebut, orang tua sebaiknya membantu anak membacakan buku cerita tersebut.

5. Kenalkan buku sebagai sesuatu yang "WOW"

Saat anak berulang tahun, berilah hadiah sebuah buku. Pilihlah buku yang menarik dan banyak terdapat gambar, serta berwarna. Saat membuka kado, berikan tepuk tangan yang meriah, sehingga anak akan merasa bahwa buku adalah sesuatu yang sangat berharga. Biarkan anak mengekplorasi buku dengan cara membiarkan anak melihat-lihat gambarnya atau hanya sekedar memainkannya.

6. Membawa buku dimana pun dan kapan pun

Saat anda berpergian bersama anak, usahakanlah membaca buku, minimal satu buah. Bila bawaan sudah banyak, anda cukup membawa satu buah buku kecil, sehingga saat ada waktu-waktu luang, anak bisa menyibukkan diri dengan membaca buku yang anda bawa.

7. Pilih cerita yang sederhana dan buku yang dikemas menarik

Anak-anak paling sulit memahami kalimat yang terlalu panjang. Pilihlah buku cerita yang menggunakan kata-kata sederhana dan mudah dipahami. Kemasan yang menarik juga akan menarik minat anak untuk membaca. Ilustrasi yang menarik, sampul yang keren, dan design buku yang unik akan menjadi keistimewaan tersendiri agar anak mencintai aktivitas membaca.

8. Retelling dengan kalimat sederhana

Ada kalanya anak ingin mendengarkan orang tuanya bercerita tentang buku yang dipilihnya. Walaupun kalimat yang digunakan di dalam buku adalah kalimat yang sulit atau tidak sederhana, maka tugas orang tua adalah menceritakannya kembali dengan kalimat yang sederhana. Kesederhaan kalimat akan membantu anak dalam memahami makna sebuah kalimat, sehingga ia pun menjadi tidak terlalu berat dalam berpikir.

9. Berikan pujian

Setiap anak selesai membaca satu buku, jangan lupa untuk memberikan pujian kepada anak. Pujian kepada anak adalah semangat tersendiri bagi anak. Karena dengan pujian itu, anak menjadi semakin paham bahwa apa yang dia lakukan adalah hal yang baik dan membanggakan kedua orang tuanya.

Demikianlah tips dari Kak Zepe, seputar cara meningkatkan minat baca anak. Jangan lupa, agar anak-anak semakin mencintai aktivitas membaca, orang tua perlu memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya. Teladan yang perlu dilakukan orang tua adalah menjadi telada membaca yang baik. Teladan itu tidak hanya ditunjukkan dengan kerajinan orang tua dalam membaca buku, namun juga ketelatenan dalam merawat buku. Jangan biarkan buku-buku tidak rapi apalagi berserakan di sana sini. Usahakanlah untuk merapikan buku setelah selesai membaca, sehingga anak-anak aakan tetap mengganggap bahwa pelajaran membaca adalah sesuatu yang patut untuk dibanggakan.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)