"Fisika Batik", Keindahan Batik dalam Logika Fisika

2 Juli 2009 Artikel Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com Tim peneliti dari Bandung Fe Institute, Hokky Situngkir dan Rolan Dahlan, baru saja meluncurkan sebuah buku berjudul Fisika Batik.

Diluncurkan Rabu (1/7) siang tadi, peluncuran yang bertempat di Kafe FAB Toko Buku Gramedia, East Mall Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat, tersebut dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Prof Yohanes Surya sebagai pembicara.

Di buku ini, Hokky dan Rolan berusaha memperlihatkan dengan sederhana sebuah hubungan yang erat antara fisika dan batik. Hubungan tersebut mereka dapatkan melalui riset bersama Yayasan Surya Institute.

Hokky memaparkan bahwa fisika mampu mengungkapkan keindahan-keindahan yang dimiliki batik. Melalui buku ini akan terlihat jelas, sains modern dapat mendorong pemahaman mengenai filosofi dari seni batik. Acara peluncuran semakin ramai karena menarik perhatian pengunjung dan anak-anak yang tertarik akan fisika.

Sementara itu, Prof Yohanes Surya yang memberikan supervisinya untuk buku ini menyimpulkan bahwa batik pada dasarnya merupakan sebuah lukisan alam, tetapi disampaikan dalam bentuk yang berbeda.

"Ini adalah sebuah kemampuan luar biasa dari para leluhur kita. Batik yang diciptakan dengan peralatan sederhana itu mampu menerjemahkan keindahan alam dalam logika-logika fisika," tegasnya.

Secara khusus, Sultan sebagai pengisi antarmuka dari buku ini menyampaikan pendapatnya. Sultan mengatakan, batik sebagai kekayaan bangsa sesungguhnya mengandung kekayaan intelektual dari para pembuatnya.

"Ternyata hubungan antara fisika dengan batik sangat mendasar, meskipun dulu nenek moyang kita belum paham matematika," kata Sultan.

Berdasarkan perspektifnya sebagai orang Jawa, Sultan juga menyampaikan kegelisahannya akan perkembangan batik saat ini yang juga diklaim oleh negara lain.

"Kekayaan batik kita mencapai hingga 1.543 macam, namun yang terdaftar dalam HAKI baru sekitar 300 jenis. Melalui riset dan buku semacam ini saya berharap agar pelestarian batik akan lebih baik melalui pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai," harap Sultan.

Di acara peluncuran buku ini juga diperkenalkan Nugra Akbari, siswa kelas satu SMA Global Mandiri yang berhasil menciptakan software untuk mendesain batik melalui komputer. Dalam proses pembuatan program yang dinamainya sebagai "M-Batik" tersebut, Nugra juga dibimbing oleh Hokky dan Rolan.

Melalui karyanya ini Nugra berharap, generasi-generasi muda sepertinya semakin mengenali dan melestarikan batik sebagai kekayaan budaya nasional yang sangat luar biasa.

Sumber: Kompas.com