Etika Terhadap Orang yang Baru Anda Kenal

29 September 2016 Artikel Pendidikan   |    Deden Hendrayana


Pada suatu ketika Anda mendengar beberapa orang, yang tidak Anda kenal, berdiskusi perihal sesuatu yang memang lagi hangat-hangatnya jadi bahan pembicaraan banyak orang.

Bisa jadi saat itu Anda tengah di suatu seminar atau training, di dalam bus kota, kereta api, pesawat terbang, di restoran, di warung makan dan di manapun bisa saja.

Mendengar komunikasi yang begitu hangat dan ramai, Anda pun ingin nimbrung dan ikut bergabung dalam diskusi tersebut karena Anda tahu topik yang sedang dibicarakan itu.

Tiba-tiba saja, Anda sudah turut serta meramaikan diskusi yang terjadi. Mula-mula Anda cuma mendengarkan, lama-lama ikutan berbicara dan ditimpali oleh yang lain meskipun orang lain itu belum Anda kenal.

Istilahnya, Anda sudah bisa langsung "klik" untuk berbicara dengan siapapun, mengalir lancar apa adanya meskipun teman bicara Anda adalah orang-orang yang belum Anda kenal.

Di lain ketika, Anda mungkin berada pada posisi dimana orang ramai berdiskusi, tetapi Anda benar-benar kikuk, dan merasa terasing karena berada di tempat baru dengan orang-orang yang belum Anda kenal.

Anda butuh kiat bagaimana caranya agar Anda bisa langsung terhubung dan menjalin komunikasi lancar dengan orang-orang baru tersebut.

Kuncinya sederhana, Anda mau atau tidak untuk memiliki apa yang diistilahkan sebagai "a friendly mindset".

Kesadaran mental bahwa Anda adalah orang yang memang senang untuk berteman dan menjalin komunikasi dengan siapa saja tanpa ada maksud-maksud tertentu.

Kalau "a friendly mindset" tersebut tidak ada ya susah juga. Mau bagaimanapun Anda pasti lebih memilih untuk diam dan sibuk dengan dunia Anda sendiri.

Lalu kemudian, muncul lagi pertanyaan, Andaikan Anda sudah punya "a friendly mindset" itu, bagaimana caranya agar Anda tidak kehabisan kata-kata atau bahan bicara?

Suatu formula yang bisa Anda gunakan untuk menjaga agar pembicaraan Anda bisa mengalir tanpa kekakuan dan sekedar "yes or no" atau jawaban singkat-singkat saja dari teman bicara Anda.

Perhatikan Selalu Etika

Bila Anda sudah punya ketrampilan untuk mudah bergaul dengan siapa saja, maka hendaknya Anda juga mau untuk selalu menjaga etika terhadap orang-orang yang baru Anda kenal tersebut.

Dari sana, orang-orang tersebut bisa meningkat menjadi kenalan Anda dan nanti berdasarkan kriteria tertentu, mereka bisa saja menjadi teman atau sahabat Anda.

Demikian sahabat semua. Semoga berkenan di hati.

(Penulis adalah pemilik blog dedenhendrayana.com)