Dampak Negatif Memaksa Bakat kepada Anak

16 Januari 2017 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Anak bukanlah milik orang tua, sejatinya anak adalah titipan Tuhan. Setiap anak diberikan karunia dalam rupa talenta. Talenta setiap anak tentu beda-beda. Ada anak yang jago olahraga, ada anak yang jago menggambar, ada anak yang jago menulis dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak orang tua yang kurang memahami hal ini. Banyak orang tua yang cenderung memaksakan anak menjadi "alat" untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang belum tercapai. Banyak orang tua mengikutkan anak pada suatu kursus, sanggar atau sekolah seni yang tidak sesuai dengan bakat dan minat anak. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi anak untuk ke depannya. Beberapa anak mungkin bisa menerima saat mereka diminta mengikuti keinginan orang tua. Namun ada pula yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi kemaunan orang tua, atau malah melakukan pemberontakan kepada orang tua. Apa akibat dari anak terlalu dipaksakan bakat dan talentanya oleh orang tuanya?

1. Emosional

Jangan biarkan anak-anak dalam kondisi terpaksa mengikuti kemauan orang tua. Karena ia ada kemungkinan tumbuh menjadi anak yang suka membangkang. Banyak orang tua merasa heran dan repot melihat polah tingkah anaknya, namun kurang sadar bahwa orang tua sendirilah yang membentuknya.

2. Menunda-nunda permintaan orang tua

Anak menjadi terkesan tidak patuh, dengan memperlihatkan sikap suka menunda pekerjaan yang diminta oleh orang tuanya. Perilaku ini tumbuh sebagai dampak dari ketidaksukaan kepada pola asuh orang tua.

3. Kurang inisiatif

Anak menjadi terlihat kaku dan kurang inisiatif. Hal ini adalah dampak dari terlalu sering diperintah orang tua tanpa diberi kesempatan mengemukakan pendapat.

4. Terkesan Pemalas

Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan keinginan atau "passion" anak, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang terlihat suka bermalas-malasan. Ditambah lagi kalau dalam kondisi malas, ia dimarahi oleh orang tuanya. Wah.... Bisa jadi tambah runyam permasalahan yang dialami anak.

5. Anak menjadi stres

Karena kebebasan anak sangat terbatas, anak akan sering berada di dalam kondisi tertekan. Dalam kondisi ini, anak menjadi mudah mengalami stres dan kurang bisa berekspresi.

6. Kurang mandiri

Banyak orang tua berharap anaknya akan tumbuh menjadi anak yang mandiri bila menunjukkan kepatuhan pada orang tua. Namun kadang orang tua lupa, bahwa dalam kondisi tertekan, kebebasan anak untuk bereskpresi menjadi terkurung sehingga anak menjadi terkesan kurang bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Melihat dampak negatif dari memaksakan bakat kepada anak, bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah Anda termasuk salah satunya? Bila iya, silakan ubah pola asuh Anda, biarkan anak berkembang sesuai dengan talenta mereka. Jaga dan bimbing anak dengan sebaik-baiknya sebagai titipan Tuhan, bukan milik Anda sepenuhnya.