Dampak Negatif dari Perlindungan yang Berlebih pada Anak

2 Desember 2014 Artikel Pendidikan


Perkembangan seorang anak menjadi fokus utama bagi orang tuanya. Salah satu fokus utamanya adalah agar dapat mengontrol anak dari hal - hal yang merusak dirinya. Namun tidak jarang orang tua memberikan perlindungan yang berlebihan pada anak. Perlindungan yang berlebihan itu kita sering menyebutnya dengan overprotektif.

Menurut spesialis anak konsultan tumbuh kembang di RSUD dr. Soetomo, dr. Mira Irmawati SpA(K), sifak overprotektif dapat menghambat tumbuh kembang anak. Pada anak usia 6 - 18 bulan, orang tua sering melarang anak memasukkan suatu benda ke dalam mulutnya. Padahal, pada tahap tersebut, seorang anak sedang mengenali lingkungannya, dan kelak berguna untuk pematangan organ oromotor dalam berbicara dan makan.

Menjauhkan anak - anak dari kebiasaan tersebut dapat membuat mereka terlambat berbicara. "Apalagi kalau orang tua jarang mengajaknya berkomunikasi. Anak jaman sekarang lebih asyik dengan PC Tabletnya." kata Mira.

Selain itu, ada dampak - dampak lain dari sikap overprotektif pada anak. Berikut dampaknya:

1. Kurang percaya diri

Orang tua yang overprotektif akan seperti mengambil kendali kehidupan anaknya. Orang tua selalu melarang ini itu pada anaknya agar hal yang ditakuti mereka tidak terjadi. Anak pun menjadi kurang percaya diri dan memiliki keyakinan diri yang rendah.

2. Takut Untuk Mencoba Hal Baru

Anak yang mendapatkan perilaku overprotektif dari orangtuanya cenderung takut untuk mencoba hal baru. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergantung pada arahan orang tuanya, sehingga mereka kurang percaya pada kemampuannya sendiri.

3. Pemberontak

Overprotektif akan membuat anak menjadi pemberontak. Bila ada larangan dari orang tuanya, sang anak pasti berpikir secara logis "Kenapa?". Ia cenderung membandingkan dengan teman sebayanya yang tidak dilarang oleh orang tuanya. Sehingga anak akan melawan orang tuanya.

4. Sulit Memutuskan Sesuatu

Orang tua yang overprotektif akan selalu memberikan arahan pada anaknya dalam melakukan sesuatu. Hal ini membuat anak menjadi ketergantungan dan akan selalu bertanya mengenai keputusan yang akan diambiln ya nanti hingga beranjak dewasa.

Memang sulit untuk melepas anak dari proteksi bila kecemasan selalu ada dalam pikiran. Namun, perhatikan juga dampak - dampaknya di atas bila terlalu berlebih dalam menjaga anak.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)