Dampak Negatif Belajar yang Diforsir pada Anak

20 April 2015 Artikel Pendidikan


Setiap anak, khususnya mereka yang sudah memasuki bangku sekolah pastinya akan memiliki kewajiban untuk belajar. Namun tidak lantas semua waktunya dihabiskan untuk belajar. Ada beberapa hal lainnya yang masih ingin dilakukan oleh anak-anak seperti bermain bersama teman-temannya, istirahat, refreshing dengan menonton TV atau bermain game, dan masih banyak kegiatan lainnya. Sebagai seorang ibu pastinya paham apa yang diinginkan oleh anak-anak. Anda juga pastinya tahu kapan waktunya menyuruh anak belajar. Yang perlu Anda perhatikan adalah jangan sampai memaksa anak untuk terus belajar karena akan berdampak kurang baik bagi anak.

Berikut contoh dampak negatif yang kemungkinan besar akan dialami anak.
1. Rasa takut pada anak

Hingga kini masih ada sejumlah keluarga yang memberikan hukuman pada anaknya bila anaknya tidak belajar. Hukuman ini bukanlah solusi yang tepat karena hanya akan membuat anak takut pada Anda. Efek dari pemberian hukuman berat pada anak ini selain muncul rasa takut dari dalam, secara perlahan anak juga akan membenci kegiatan belajar. Efek yang paling serius dari pola pembelajaran yang seperti ini adalah gangguan kejiwaan yang mungkin akan dialami oleh si anak.

2. Mudah stres dan depresi
Jika anak terus dipaksa untuk belajar, akibatnya bisa jadi anak mengalami stres. Stres ini muncul karena anak tidak mendapatkan keseimbangan antara melakukan kewajiban belajar dengan aktivitas yang bersifat bersenang-senang seperti bermain bersama teman-teman atau hanya sekedar melakukan hobi kesukaannya. Jika stres pada anak terus dibiarkan, maka kemungkinan besar anak akan mudah depresi. Jika sudah mengalami depresi, hanya psikolog anak yang bisa membantunya. Tentunya Anda tidak ingin anak Anda depresi bukan hanya karena keinginan Anda?

3. Gagal dalam belajar
Meskipun anak terlihat belajar terus-menerus, namun sebenarnya hanya sedikit pemahaman yang didapatkan oleh si anak. Hal ini disebabkan oleh karena terlalu banyak kapasitas materi yang dipikirkan di otak si anak. Jadi waktu akan terbuang percuma bila menyuruh anak untuk terus belajar jika ternyata hanya sedikit materi pelajaran yang dipahami oleh anak. Akan jauh lebih baik jika orang tua ikut membantu anak mengatur waktu belajar dan aktivitas lainnya agar jauh lebih teratur dan berkualitas. Bila perlu Anda bisa mendampingi anak ketika anak Anda sedang belajar agar bila anak mengalami kesulitan dalam memahami materi, Anda dapat membantunya.

4. Anak sulit bersosialisasi
Dampak negatif lainnya dari tindakan orang tua yang terus memaksa anaknya untuk belajar adalah sulitnya bagi anak untuk bersosialisasi dengan anak-anak dan orang lain. Hal ini disebabkan karena kegiatan anak yang terlalu monoton. Kegiatan belajar yang terus-menerus membuat si anak tidak memiliki kegaiatan lainnya. aktivitas bermain bermain bersama teman-temannya pun akan berkurang karena aktivitas belajar yang cenderung dilakukan secara terus-menerus.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)