Dampak Buruk Over Protektif pada Anak

28 Mei 2014 Artikel Pendidikan


Orang tua bisa disebut over protektif pada anak jika ia selalu khawatir terhadap anaknya tanpa alasan yang jelas, tidak mau melepaskan anaknya sendirian sehingga kemanapun anak pergi orang tua selalu ingin menemaninya, selalu memberikan pelayanan yang berlebihan, serta selalu memberikan solusi pada setiap masalah yang anak temukan tanpa diminta.

Over protektif pada anak sering dilakukan orang tua dengan alasan sayang pada anak. Sikap over protektif ini umumnya dilatarbelakangi oleh rasa kasih sayang yang berlebihan, rasa khawatir yang berlebihan, rasa bersalah jika anak tidak mendapatkan perhatian yang cukup, adanya trauma di masa lalu yang dialami oleh orang tua. Memberikan perhatian dan perlindungan pada anak memang perlu dilakukan, tapi jika berlebihan akan memberikan dampak yang buruk bagi anak.

Inilah beberapa dampak buruk yang ditimbulkan akibat orang tua terlalu over protektif pada anak.
1.Anak menjadi egois

Anak yang selalu dikekang oleh orang tuanya, tidak menutup kemungkinan akan melampiaskannya pada teman-temannya. Ia pun akan tumbuh menjaid pribadi yang egois.

2.Anak menjadi tidak percaya diri
Orang tua yang selalu melarang anaknya untuk melakukan sesuatu yang positif akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri. Jika memang sesuatu yang dilakukan anak bisa membahayakan dirinya, hal ini mungkin bisa dimaklumi, tapi jika larangan ini termasuk hal-hal yang positif untuk anak, seharusnya orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk mandiri. Misalnya saja saat seorang anak ingin mandi sendiri, mencoba membantu ibunya menyapu halaman, beres-beres tempat tidur, dan sebagainya.

3.Anak menjadi tidak mandiri
Selain membuat anak menjadi tidak percaya diri, larangan-larangan orang tua juga akan membuat anak menjadi tidak mandiri. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu menggantungkan diri pada orang lain. Ini tentu akan membuatnya kesulitan saat dewasa nanti. Bayangkan saja jika setelah dewasa ia mendapatkan masalah dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia akan mencari orang tuanya untuk menyelesaikan masalahnya. Lantas bagaimana jika orang tuanya tidak ada?

4.Anak akan menjadi pribadi yang selalu ingin diperhatikan
Anak yang selalu mendapatkan perhatian berlebihan dari orang tuanya akan tumbuh menjadi orang yang selalu ingin diperhatikan oleh orang lain. Jika ia tidak diperhatikan oleh orang lain atau lingkungannya, ia akan mencari-cari sesuatu agar bisa diperhatikan oleh orang lain.

Melihat berbagai dampak negatif yang bisa timbul dari adanya sikap over protective tersebut, maka hendaknya orangtua dapat bersikap lebih bijak terhadap anaknya. Sikap melindungi anak, sebenarnya sah-sah saja, tetapi hendaknya orangtua mampu mempelajari sampai batas mana seorang anak harus dilindungi. Misalnya saja dengan cara melonggarkan batasan-batasan pada wilayah-wilayah yang sebenarnya masih cukup aman bagi anak serta memberi kesempatan pada anak untuk belajar tidak hanya dari keberhasilan tapi juga dari kegagalan atau kesalahan yang dilakukannya. Sehingga dengan demikian, diharapkan perkembangan anak akan tetap dapat berlangsung optimal.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)