Dampak Buruk Menjewer Telinga Anak

18 Februari 2015 Artikel Pendidikan


Ketika anak melakukan pelanggaran dan kesalahan, tindakan yang paling sering dilakukan oleh orangtua adalah dengan menjewer terhadap anak. Mendidik dan mendisiplinkan anak sering kali dijadikan dalih untuk membenarkan tindakan menjewer.

Yang perlu dipertanyakan sekarang, apakah benar tindakan menjewer untuk mendidik anak? Perlu diketahui, menjewer telinga, dalam kondisi emosi yang berlebihan, adalah tindakan yang berbahaya dan tidak boleh dilakukan pada anak. Berdasarkan penelitian, ternyata menjewer telinga anak ataupun kekerasan lainnya dapat memberikan dampak buruk pada anak.

Berikut beberapa dampak buruk dari menjewer telinga anak:
1. Anak semakin membangkang

Jika anak Anda termasuk tipe pemberani, dampak menjewer telinga bisa membuatnya semakin nakal dan menjadi pembangkang. Hal ini sebagai penyangkalan atas rasa malu mereka pada sekitar saat Anda menjewernya. Mereka bisa menjadi anak-anak yang tidak lagi menghormati Anda sebagai orangtua atas rasa dendam yang mereka simpan di dalam hatinya. Anda perlu ingat bahwa anak-anak memiliki memori yang tajam yang bisa dia ingat hingga kelak mereka dewasa.

2. Membentuk mental pembohong pada anak
Menjewer telinga anak bisa membentuk kepribadian pembohong dan pengecut pada diri mereka, karena anak-anak berpikir bahwa jika Anda tidak menyukai sesuatu yang dikerjakan oleh mereka maka Anda akan menjewer telinganya. Untuk menghindari kena jeweran dari Anda mereka akan berusaha menutupi kesalahan perbuatan mereka. Mereka akan tumbuh menjadi seorang pengecut kelak karena terbiasa untuk menutupi kesalahan perbuatannya sejak masih usia dini.

3. Menjadi pribadi penakut dan tertutup
Anak-anak diciptakan dengan karakter yang berbeda-beda. Bagi anak yang cenderung pendiam, perlakuan Anda menjewer telinga anak bisa menjadikannya berkembang sebagai anak yang penakut, karena dia berpikir bahwa apa yang dia kerjakan akan membuatnya dijewer, sehingga dia takut untuk bertindak apapun. Sebagai orangtua Anda pasti tidak ingin anak Anda menjadi penakut dan tertutup, karena justru kepribadian seperti ini membuat Anda tidak akan pernah dapat memahami anak-anak Anda sendiri. Lebih berat lagi saat anak-anak sudah mulai beranjak remaja dan Anda bahkan tidak dekat dengan mereka karena ada rasa takut pada diri anak untuk bahkan hanya sekedar curhat pada Anda.

4. Merusak kesehatan mental anak
Secara tidak langsung, menjewer telinga anak bisa merusak kesehatan mental. Karena meskipun hal ini tidak akan meninggalkan bekas luka namun jeweran Anda bisa merusakkan beberapa jaringan syaraf yang vital. Apalagi telinga letaknya dekat dengan otak. Tentunya sebagai orangtua jika terjadi sesuatu terhadap anak Anda, yang repot dan menyesal adalah Anda sendiri.

5. Pemikiran negatif terhadap orangtua
Dampak menjewer telinga anak bisa membuat anak-anak memiliki pemikiran negatif terhadap orang dewasa. Mereka akan berpikir bahwa orang dewasa pasti benar dan kelak saat mereka dewasa, mereka akan menganggap bahwa kekerasan bisa menjadi sebuah solusi untuk menunjukkan power mereka.

Meskipun menjewer dapat dikatakan sebagai sebuah hukuman ringan, namun meninggalkan banyak dampak negatif yang berjangka panjang. Jadi, sebaiknya Anda bisa memberikan pengertian kepada anak-anak dalam menegur mereka saat mereka melakukan kesalahan.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)