Dampak Buruk Bertengkar Didepan Anak

2 Oktober 2014 Artikel Pendidikan


Dalam sebuah rumah tangga yang namanya pertengkaran mungkin saja terjadi. Sedikit selisih pendapat antara suami istri terkadang justru dianggap sebagai bumbu dalam sebuah hubungan. Tapi jika bertengkar tanpa mempertimbangkan waktu dan tempat, bisa-bisa akibat yang cukup fatal terjadi.

Dengan mengetahui bahwa dalam sebuah rumah tangga pasti ada pertengkaran, sudah menjadi tugas pasangan suami istri untuk membuat strategi dalam menanggulangi hal tersebut. Jika tanpa perhitungan dan pertimbangan, bisa-bisa masa depan anak yang jadi korban.

Berikut ini adalah beberapa dampak yang akan diterima sang buah hati jika kerap melihat orang tuanya bertengkar.

Anak akan mengalami trauma
Jika anak sering melihat Anda dan suami bertengkar, mereka bisa meragukan kebahagiaan dan kedamaian yang dijanjikan sebuah ikatan perkawinan. Kemungkinan terbesar, jika orang tua tidak menyadari hal ini, anak akan mengalami trauma. Bisa jadi, setelah anak beranjak remaja dan dewasa, dia akan malas atau takut menikah, sebab dalam pikirannya untuk apa menikah kalau nantinya selalu diisi pertengkaran.

Menjadi individu minder dan tidak percaya diri
Sebab, mendengar orangtua yang disayanginya bertengkar bisa melukai hati anak. Dia pun kerap kebingungan menempatkan posisi di mana harus berada, membela mama atau papa? Perasaan dilematis inilah yang kemudian mengganggu pemikirannya.

Mengabaikan norma yang telah dipelajari
Sebagian besar orang tua pasti mengajarkan anak-anaknya untuk bertatakrama, bertutur halus dan tidak berkata kasar atau kotor. Dengan seringnya menyaksikan adu mulut antar orang tuanya, nilai-nilai yang mereka pelajari akan mulai terabaikan.

Prestasi menurun
Di sekolah atau lingkungan luar, seorang anak yang orang tuanya sering bertengkar di depannya akan cenderung tidak percaya diri dan mengalami penurunan pada prestasinya. Hal tersebut karena konsentrasinya terpecah dengan ingatan-ingatan tentang pertengkaran orang tuanya.

Nah, dengan mengetahui hal di atas, ada baiknya mulai saat ini untuk merundingkan bersama suami bagaimana mengatur strategi saat bertengkar. Jangan sampai karena ego masing-masing, mental dan masa depan si kecil menjadi korbannya.

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)