Ciri-Ciri Phedopelia, Si "Pemangsa" Anak

20 April 2014 Artikel Pendidikan


Belakangan ini kasus pelecehan seksual terhadap anak kembali marak. Namun sebenarnya kasus ini tidak hanya terjadi baru-baru ini saja, sebelum era reformasi pun banyak kasus yang membuat urat nadi orangtua tegang mendengar hal tersebut. Pelaku pelecehan seksual terhadap anak diberi nama phedopelia.

Phedopelia merupakan penjahat kelamin yang memangsa anak-anak di bawah umur. Mereka mengincar anak-anak lantaran mudah diperdaya dan juga sangat menggemaskan. Seseorang yang menjadi phedopelia, tentu memiliki latar belakang suram dan gangguan kejiwaan pada masa kecilnya.

Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, selaku pemerhati dan psikolog anak memberikan sejumlah tanda-tanda siapa saja orang yang mengidap phedopelia. Orangtua harus harus berhati-hati dan mengawasi anak-anak dari para pengidap phedopelia.

Ada beberapa tanda khusus yang bisa dikenali, salah satunya menatap anak dengan tatapan nafsu, serta bersikap aneh terhadap anak-anak, misalnya mencintai terlalu dalam atau suka meraba-raba organ intim anak. Sementara itu, yang harus menjadi kewaspadaan orangtua adalah tidak mempercayakan 100% terhadap orang baru yang berada di sekeliling anak.

Tidak hanya itu, orang yang memiliki gangguan jiwa juga cenderung memiliki disorientasi seksual. Pasalnya, mereka tidak memiliki akal yang jernih untuk melakukan sesuatu. Sebaiknya orangtua harus waspada dengan pedagang kaki lima di sekolah, juga petugas kebersihannya.

Jadi saran kepada seluruh orangtua korban pelecehan seksual agar tetap tenang, tidak menyalahkan anak dan tidak mengungkit masalah tersebut di hadapannya. Karena saat orangtua menyalahkan, anak akan merasakan sedih, dia tidak nyaman di rumah. Apalagi sampai mengungkit masalah tersebut, itu berbahaya sekali untuk mentalnya.

Kasih sayang itu penting untuk anak. Beri perhatian ekstra kalau tidak anak akan merasa tidak dihargai sebagai anak dan tidak akan percaya dengan orangtuanya. Jadi mulai sekarang beri perhatian kepada anak dan jangan lupa sebagai orangtua harus mengajarkan bagaimana anak harus bersikap kepada orang asing.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)