Cegah Tawuran dengan Penanaman Nilai Sejak Dini

7 November 2017 Artikel Pendidikan


Tawuran adalah suatu perkelahian antar banyak orang yang berkelompok. Sehingga tawuran bisa dikatakan sebagai ujung dari perseteruan atau perkelahian antar satu orang. Tentu dengan sebab yang bermacam-macam. Dan sudah pasti akan mengakibatkan banyak kerusakan. Yang lebih mengenaskan, nyawa manusia terancam hilang akibat tawuran.

Berita tentang tawuran pelajar di Jakarta membuat kita semua terenyuh. Yang lebih mengejutkan, tingkat pendidikan pelaku tawuran pelajar pun tidak saja jenjang SMA. Menurut KPAI, pelaku tawuran antar sekolah pun merambah ke tingkat SMP dan SD.Sebagai orang tua, tentu kita merasa khawatir dengan masa depan anak-anak kita. Pastinya kita tidak ingin anak kita terlibat dalam aksi brutal semacam ini. Di sinilah pentingnya pendidikan nilai-nilai moral sejak dini.

Untuk itu,yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah agar kelak tidak terlibat dalam aksi semacam ini adalah;
1. Biasakan Anak Berperilaku Jantan
Hal ini bisa dimulai dari kebiasaan berperilaku jujur, seperti berani mengakui kesalahan atau perbuatannya. Berikan sanksi atas kesalahan yang diperbuatnya, sekaligus hadiah atas kejujurannya. Lakukan hal ini secara konsisten, agar perilaku ini menjadi karakternya.

Menanamkan perilaku jujur, jantan, dan bertanggung jawab bisa juga dilakukan lewat dongeng. Orang tua bisa memilih buku cerita yang kisahnya mengajarkan nilai-nilai tersebut. Bacakan kisah tersebut berulang-ulang agar nilai moralnya tertanam dalam dirinya.Selain itu, penanaman nilai luhur ini bisa dilakukan dalam bermain bersama teman-temannya. Ketika anak kita berbuat curang dan teman-temannya memperingatkan, ia pun akan belajar pentingnya kejujuran. Dan jika ia tidak mengakui kecurangannya, ia akan dimusuhi teman-temannya. Sementara ketika ia mengakui kesalahannya, maka teman-temannya pun akan menghargainya.

2. Melatih Keberanian dan Percaya Diri
Berani tampil dan percaya diri amat penting ditanamkan sejak dini. Karena dengan demikian, anak tidak menjadi jagoan kandang yang bersembunyi dalam kelompoknya, seperti para pelaku tawuran pelajar. Selain itu, keberanian dan percaya diri merupakan salah satu modal kuat dalam mencapai suatu keberhasilan.Untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri pada anak, dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan nilai tersebut. Tentu saja disesuaikan dengan tingkatan usia anak.

3. Jauhkan Anak dari Kekerasan
Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan, video games terbukti meningkatkan dampak imitasi perilaku kekerasan pada anak. Padahal anak-anak itu rata-rata bermain games 5 jam (anak perempuan) hingga 13 jam perminggu (anak laki-laki). Dan, mayoritas video games mengandung adegan kekerasan dan kerap ditiru anak-anak.

Sebagai orang tua, kita wajib mengontrol media apa saja yang dikonsumsi anak kita, baik itu video games, televisi, DVD, dan buku bacaan. Jangan sampai gambar dan adegan kekerasan mendominasi konsumsi sehari-hari buah hati tercinta. Sebaiknya letakkan pesawat televisi, DVD player, game player, dan koleksi buku bacaan di ruang keluarga agar apa yang ditonton dan dibaca anak-anak dapat diawasi.

Tidak hanya media, perilaku orang tua pun bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Jika ayah dan ibu kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga, jangan heran jika kelak sang buah hati melakukan aksi kekerasan terhadap orang lain. Karena itu, pembentukan karakter positif anak pun harus dimulai dari orang tua.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)