Cara Sederhana Kembangkan Otak Anak

4 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Memiliki anak yang cerdas memang impian setiap ibu dan ayah. Pasangan suami istri yang telah memiliki anak tentu akan memberikan asupan gizi dan nutrisi serta mengajarkan sang buah hati mengenai hal-hal baru. Orang tua akan memberikan pendidikan apapun untuk mengembangkan otak anak dengan berbagai cara yang menyenangkan. Selain badan yang tumbuh dengan sehat, setiap orangtua tentunya menginginkan anaknya cerdas dan pintar. Namun, bukan berarti Anda memberikan metode pembelajaran yang keras dan otoriter saat di rumah. Kembangkan otak anak dengan menciptakan lingkungan dan suasana yang aman akan mendukung bagi tumbuh kembangnya.

Dengan memberikan suasana yang nyaman dan menyenangkan saat belajar maka perkembangan otak anak akan meningkat. Lain halnya jika anak merasa tertekan saat belajar, otaknya akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang terlalu tinggi bisa menghambat perkembangan otak anak. Kembangkan otak anak dengan cara mengajaknya berjalan-jalan atau pun membaca buku bersama.

Berikut beberapa tips cara mengembangkan otak anak:
1. Beri nutrisi yang cukup bagi anak. Enam bulan pertama kehidupan bayi, berikan kecukupan nutrisi dengan ASI.
2. Saat berkomunikasi dengan anak, lakukan kontak mata. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak. Hal tersebut akan mempererat hubungan antara orang tua dan anaknya.
3. Ajak anak untuk selalu menonton tayangan anak yang memiliki nilai edukasi

4. Mengajarkan Anak bermain alat musik. Musik dipercaya ampuh sebagai cara mengembangkan otak anak.

5. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.
6. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya. Selain lingkungan keluarga, anak juga harus bisa bergaul dengan teman-teman sebayanya agar kehidupan sosialnya bisa lebih berwarna.

Agar perkembangan otak anak terarah ke hal positif sebaiknya orangtua selalu mengajak berkomunikasi. Dengan cara merangsang otak anak setiap waktunya melalui tahapan-tahapan belajar yang sesuai dengan usianya. Jangan terlalu keras atau memaksakan anak untuk belajar. Lingkungan serta pola asuh orangtua menjadi kunci utama perkembangan otak anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)