Cara Mudah Membuat UKS Unggulan

15 Juni 2015 Artikel Pendidikan   |    Agus Sampurno


Usaha kesehatan sekolah atau UKS adalah tolak ukur bagaimana sebuah sekolah mengelola kesehatan komunitasnya selama berada di sekolah. Di sekolah siswa yang tadinya sehat bisa mendadak sakit karena satu dan lain hal. Tidak heran karena sekolah adalah sebuah komunitas dimana warganya berasal dari kondisi dan kebiasaan kesehatan yang berbeda-beda. Kegiatan yang banyak terjadi di sekolah juga bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan atau benturan yang memerlukan penanganan yang segera dan cepat.

Lebih dari itu UKS punya peranan dalam membentuk pola pikir sehat dan mendukung kesehatan. Sekolah yang efektif dalam pengelolaan akan punya standar kesehatan yang baik. Ini berarti UKS tidak melulu diposisikan sebagai tempat penanganan kecelakaan atau sakit mendadak namun menjadi pusat atau inti kegiatan dalam pencegahan dengan cara mendorong pola hidup sehat bagi guru, murid dan semua elemen yang ada di sekolah,

Cara membentuk UKS unggulan adalah

  1. Ada seorang yang bertanggung jawab. tidak harus seorang suster atau dokter namun punya pengetahuan kesehatan yang cukup dan selalu update pengetahuan kesehatannya.
  2. Punya jaringan kerjasama yang bagus dengan rumah sakit atau puskesmas terdekat. Dengan mudah mengundang mereka untuk melakukan penyuluhan atau siswa yang datang kesana.
  3. Punya alat kesehatan dan tempat tidur yang lengkap tidak perlu mahal namun yang sesuai standar.
  4. Orang yang bertugas di UKS menjadi motor penggerak dari cara dan pola hidup sehat di sekolah, bisa dengan cara menjadi guest speaker di kelas dan lain sebagainya


Pastikan orang tua siswa punya standar yang sama di rumah dengan standar yang ada di sekolah. misalnya mencuci tangan dengan bersih dan lain sebagainya, yang membantu pola hidup sehat.

Hal yang bisa dilakukan oleh sekolah adalah:

  1. Kepala sekolah; meminta guru di tiap kelas membentuk ‘detektif lingkungan’ yang mengawasi jika ada sesama siswa melakukan hal yang tidak sehat seperti misalnya buang sampah sembarangan dll
  2. Sekolah melakukan ‘community service’ di luar sekolah, misalnya dengan membangun WC umum di tempat yang sanitasinya kurang memadai. Tugaskan siswa melakukan penyuluhan kepada warga sekitar
  3. Sekolah memastikan ada jadwal kerja bakti tiap bulannya dan siapa yang bertugas tiap hari perkelas. untuk memastikan kelas bersih sesudah dan sebelum belajar (hal ini dilakukan jika sekolah belum punya kemampuan untuk membayar ‘cleaning service’)
  4. Sekolah memastikan budaya sehat adalah salah satu budaya yang dikedepankan dalam setiap kesempatan. melakukan ‘operasi semut’ setiap ada kegiatan bersama, mencuci tangan setelah kegiatan dan lain sebagainya yang membuat anak terbiasa.
  5. Sekolah melakukan pengadaan tempat cuci tangan, poster kesehatan dan segala hal yang membuat semua orang yang baru masuk ke sekolah sadar bahwa ia berada ditempat dimana kesehatan dinomor satukan.
  6. Sekolah bersama orang tua melakukan pengawasan kantin atau tukang jajanan yang ada di sekolah. Hal ini penting mengingat sekolah mesti punya kontrol terhadap makanan yang dikonsumsi oleh siswanya selama berada di sekolah.
  7. Sekolah punya perangkat P3K yang bisa guru bawa saat fieldtrip atau olah raga yang mengambil tempat di luar sekolah.


Semoga bermanfaat!

(Penulis adalah Kepala sekolah di Ananda Islamic School Jakarta Barat, penggiat penggunaan Sosial Media dan teknologi di sekolah.
Tulisan lainnya bisa dilihat di sini)