Cara Menyikapi Nilai Rapor Anak Merah

25 September 2014 Artikel Pendidikan


Sungguh sangat tidak nyaman menerima rapor anak dengan beberapa nilai dibawah standar minimal. Ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh rasa kecewa atas nilai-nilai tersebut dan sedikit rasa malu saat gurunya menunjukkan nilai tersebut kepada kita. Akan tetapi sebenarnya anak yang mendapatkan nilai-nilai tersebut lebih tidak nyaman daripada kita. Mendapatkan nilai yang kurang baik itu sendiri tidak nyaman, mereka juga tidak nyaman saat akan menghadapi respons kedua orang tuanya, dan mereka sendiri mungkin merasa malu terhadap teman-teman yang mendapatkan nilai lebih baik dari dirinya. Pendidikan merupakan bekal yang penting untuk anak karena nantinya bekal ilmu yang diperoleh dari pendidikan dapat mengantarkan anak ke masa depan yang diinginkan. Walaupun begitu, menjalani proses belajar tidak selalu menghasilkan hasil yang memuaskan. Ada kalanya mereka mendapatkan hasil belajar yang tidak sesuai dengan harapan kita sebagai orangtua.

Banyak faktor yang mempengaruhi tidak stabilnya nilai rapor anak, nilai rapor anak merah misalnya. Ada kalanya anak akan mengalami kenaikan atau penurunan nilai rapor secara drastis. Banyak faktor yang dapat menyebabkan nilai rapor anak merah, baik dari lingkungan maupun dari motivasi dalam diri si anak. Ketika orangtua hanya menyalahkan anak yang membuat nilai rapor merah, ada baiknya jika orangtua juga melakukan introspeksi diri, bahwa sebenarnya peran orangtua dalam pendidikan sekaligus dalam nilai dari hasil belajar juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hasil yang memuaskan.

1. Cari penyebabnya

Ketika mengetahui bahwa nilai rapor anak merah, sebaiknya lakukan evaluasi tentang cara belajar atau hal lain yang mungkin dapat menyebabkan nilai anak menjadi menurun. Menambah beban anak dengan mengikuti lebih banyak bimbingan belajar di luar sekolah bukan merupakan solusi yang baik untuk meningkatkan nilai rapor anak. Bisa saja dengan didampingi orangtua ketika waktu belajar tiba, anak justru lebih berkonsentrasi dalam belajar.

2. Diskusikan dengan anak

Banyak orangtua yang hanya mampu memarahi anaknya ketika mendapati nilai rapor anak merah. Nilai merah dalam rapor sang anak sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan dari anak walaupun pendidikan merupakan tanggung jawab sepenuhnya si anak. Peran orangtua dalam pendidikan anak juga sangat dibutuhkan. Ada baiknya Anda mendiskusikan apa yang membuat nilai rapor anak merah dan perbarui cara-cara lain yang bertujuan untuk meningkatkan nilai rapor anak.

3. Jadikan pengalaman untuk perbaikan

Biarkan nilai rapor anak yang menurun menjadi pelajaran bagi anak. Jelaskan bahwa nilai rapor sang anak yang merah perlu diperbaiki agar mereka dapat mengimbangi prestasi teman-teman sebayanya. Pengalaman mengenai nilai rapor yang jelek akan membuat anak mampu mengambil tindakan inisiatif untuk perbaikan dirinya. Nilai rapor anak merah bukanlah suatu kesalahan yang fatal dan harus menjadi bahan sebagai alasan untuk memarahinya. Lakukan introspeksi pada diri kita sebagai orangtua yang juga berperan penting dalam pendidikan anak.

Banyak cara untuk menghadapi nilai rapor merah anak, tidak perlu melakukan kemarahan yang berlebih kepada anak yang mungkin saja juga dapat menimbulkan ketakutan kepada orangtuanya. Jadilah orangtua yang dianggap sebagai teman lebih baik daripada menjadi orang tua yang ditakuti anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)