Cara Menyenangkan untuk Mengembangkan Kreatifitas Anak

29 Mei 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Kreatifitas anak adalah hal yang penting di masa pertumbuhannya. Keinginan anak untuk melakukan banyak hal sangat menunjang kebutuhan mereka untuk menyalurkan emosi dan energi mereka. Tidak ada salahnya seorang pendidik berperan dalam mengembangkan kreatifitas anak, dan tentu saja dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak bisa mengikutinya tanpa merasa terbeban.

1. Minimalkan aturan, perbanyak arahan, utamakan kebebasan

Agar suasana kelas berjalan dengan tertib, tentu saja perlu dibuat aturan-aturan. Namun jangan sampai aturan-aturan yang kita buat membatasi ruang gerak anak, apalagi membuat anak menjadi terbebani. Anak-anak lebih membutuhkan pengarahan daripada aturan. Ia membutuhkan seseorang yang bisa membantu mengingatkan mereka agar mereka tidak membuat suatu kesalahan dan bisa menciptakan rasa aman. Sebelum melakukan suatu kegiatan, akan lebih baik bila kita memberikan arahan secara jelas. Semakin baik arahan-arahan dan pejelasan yang kita berikan, akan miminimalkan anak untuk berbuat kesalahan. Setelah kita selesai menjelasan sesuatu, beri kesempatan kepada partner atau guru pendamping kita untuk memberikan tambahan penjelasan, siapa tau ada penjelasan yang masih belum tersampaikan. Saat anak mempraktikkan apa yang kita ajarkan, kita berikan mereka kebebasan. Misalnya, kita tidak perlu menetapkan bahwa warna daun harus hijau, atau daun tidak boleh diberi mata dan mulut, dan aturan tidak penting lainnya. Biarkan mereka berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka selama mereka bisa membuat karya sesuai dengan tema yang kita berikan.

2. Menasihati dengan suasana hati yang tenang dan tidak mempermalukannya

Bila anak berbuat kesalahan, pastikan kita menasihatinya dalam keadaan suasana hati yang tenang. Suasana hati yang tenang membantu kita untuk bisa mengeluarkan kata-kata yang pas dalam menasihati anak. Kesalahan kata dalam menasihati anak bisa menurunkan daya kreatifitas anak, karena ia menjadi takut berbuat kesalahan. Padahal dengan berbuat kesalahan, mereka akan semakin banyak belajar. Saat menasihati seoarang anak yang melakukan kesalahan, kita perlu menghindari kesan mempermalukan dia di depan umum. Misalnya dengan menyebutkan nama seorang siswa dengan suara keras, lalu menyebutkan kesalahannya.

3. Variasi kegiatan dan tempatnya

Agar anak-anak tidak bosan dan kreatifitas anak terus berkembang, kita perlu melakukan variasi kegiatan saat mengajar. Ada kalanya kita mengajak mereka bermain sambil belajar, ada kalanya kita mengajak mereka melakukan presentasi, ada kalanya kita mengajak mereka melakukan penelitian, dan masih banyak variasi lainnya. Tempat belajar pun tidak melulu harus di kelas. Kita bisa mengajak mereka belajar di perpustakaan, lapangan, kebun, dan tempat menarik lainnya.

4. Sediakan mainan-mainan kreatif

Anak-anak tidak hanya melakukan kegiatan pada saat jam pelajaran, namun juga saat pelajaran belum dimulai dan saat jam istirahat. Di saat-saat ada waktu luang, kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain dengan segala mainan yang tersedia di kelas, misalnya balok kayu, puzzle, boneka hewan, dan lain-lain. Kegiatan dalam suasana santai ini akan membantu mereka dalam mempersiapkan diri menerima pelajaran saat jam pelajaran berlangsung.

5. Anak lebih aktif dalam pembelajaran

Kreatifitas seorang siswa akan lebih terasah bila mereka belajar dengan cara melakukan. Dalam pembelajaran PAUD, kita perlu berusaha agar di setiap kegiatan pembelajaran siswa lebih aktif daripada kita, gurunya. Penjelasan yang kita berikan kepada anak-anak tidak perlu bertele-tele. Kita harus berusaha memberikan penjelasan seefektif mungkin, sehingga kita bisa memberikan waktu lebih banyak kepada siswa agar bisa praktek, berkreasi, dan bereksplorasi. Metode pembelajaran "siswa melakukan" akan lebih membantu siswa dalam memahami dan mengingat materi pelajaran daripada metode pembelajaran "siswa mendengarkan".

6. Menghubungkan setiap materi pelajaran dengan kesenian

Kesenian adalah mata pelajaran yang paling disukai anak-anak usia PAUD. Karena kesenian sangat erat kaitannya dengan kreatifitas. Kreatifitas akan membantu anak dalam menyalurkan imajinasi mereka yang masih sangat tinggi. Apa pun mata pelajarannya, kita perlu menghubungkannya dengan kesenian. Kesenian berhubungan dengan kegiatan bernyanyi, menggambar, mewarnai, membuat kerajinan tangan, menari, dan lainnya. Saat anak belajar tentang alam sekitar, kita bisa meminta anak bernyanyi atau menggambar dengan tema alam. Saat anak belajar tentang tanaman, kita bisa meminta mereka membuat kolase bertema tanaman, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan karya yang mereka ciptakan,anak-anak didik kita juga akan lebih mudah dalam mengingat apa yang kita ajarkan.

Daya kreatifitas anak usia dini sangat penting untuk dikembangkan. Sehingga anak-anak tidak hanya terbiasa menjadi pribadi yang suka belajar, namun juga mampu mencipta. Hal ini akan berguna untuk masa depan anak-anak didik kita kelak, agar mereka bisa menjadi orang-orang yang memiliki daya cipta suatu karya yang berguna bagi sesama dan bangsa.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)