Cara Menghindari Kebiasaan Mencontek pada Anak

2 November 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Kebiasaan mencontek perlu dicegah sejak dini. Karena kebiasaan ini tergolong pada kebiasaan buruk, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah "cheating". Kebiasaan ini bisa menumbuhkan nilai-nilai ketidakjujuran atau jiwa berbohong pada diri anak. Agar kebiasaan ini tidak bertumbuh menjadi sifat buruk, maka Kak Zepe menyarankan agar orang tua melakukan hal-hal berikut ini:

1. Berpikir positif

Walaupun mungkin Anda pernah menerima aduan dari wali kelas di tempat anak belajar, Anda harus tetap berusaha berpikir positif. Bagaimana pun anak-anak terkadang masih belum sadar akan apa yang ia perbuat. Jangan serta merta menghakimi anak dengan tuduhan pernah mencontek, karena hal ini bisa menyebabkan ia menjadi rendah diri.

2. Menjalin komunikasi dengan pihak sekolah / wali kelas

Tetaplah menjalin komunikasi yang baik dengan wali kelas. Bagaimana pun wali kelas adalah orang yang seharusnya paling memahami buah hati Anda. Jalinlah komunikasi dengan wali kelas perihal perkembangan buah hati Anda.

3. Memotivasi anak

Anak yang terbiasa mencontek biasanya adalah anak yang khawatir dengan hasil yang akan dia peroleh. Ia khawatir akan mendapatkan nilai yang tidak baik, sehingga (mungkin) nantinya Anda akan marah padanya. Bila Anda adalah orang tua yang suka memarahi anak bila mendapatkan nilai yang tidak baik, sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan ini. Karena hal ini bisa menyebabkan anak menjadi takut, dan bisa menghalalkan segala cara agar mendapatkan nilai yang tidak baik. Anda perlu lebih memotivasi anak daripada memarahi. Apa pun nilai yang diperoleh anak, tetaplah memberikan semangat kepada anak agar tetap rajin belajar. Jangan biarkan anak belajar karena ada rasa takut. Biarlah anak belajar dengan penuh suka cita dan hati yang tenang.

4. Mendampingi anak dan mencarikan guru les

Dampingilah anak saat belajar. Hal ini akan sangat berguna agar Anda juga memahami kesulitan-kesulitan yang dialami anak di dalam studi mereka. Sehingga saat anak mendapatkan nilai yang tidak baik, Anda, sebagai orang tua, akan merasa bahwa anak bukanlah satu-satunya pihak yang patut dipersalahkan. Anda pun akan semakin tekun mengajari anak agar semakin memahami pelajaran yang diberikan di sekolah. Bila Anda tidak punya cukup banyak waktu untuk mendampingi anak dalam belajar, anda bisa mencarikan guru les untuk anak.

5. Menasihati anak tentang dampak negatif mencontek

Sebagai orang tua, Anda tentu memiliki waktu lebih banyak bersama anak. Anda lebih tau kapan anak sedang mengalami mood yang baik atau saat sedang mengalami mood yang tidak baik. Saat anak sedang dalam keadaan senang dan suasana santai, Anda bisa memberikan nasihat-nasihat yang positif kepada anak. Salah satunya adalah dengan menceritakan kepada anak tentang dampak negatif mencontek. Bila perlu, Anda juga bisa menggunakan media dongeng agar anak semakin merasa senang mendengar cerita Anda. Tanamkan di dalam hati anak adalah kejujuran adalah yang paling utama. Katakan pada anak bahwa apa pun hasil yang diperoleh anak, selama mengerjakannya dengan jujur, Anda akan menghargai usahanya.

Kejujuran adalah salah satu nilai pendidikan karakter yang utama. Nilai kejujuran akan dibawa anak sepanjang hidup. Semoga dengan membaca tulisan ini, Anda akan semakin mampu untuk mendidik buah hati Anda agar memiliki sifat jujur. Bagaimana pun sifat jujur perlu dimiliki oleh anak Indonesia, agar kelak saat mereka menjadi pejabat atau profesi lain, karakter kejujuran akan tetap tertanam di dalam hati mereka. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menanamkan nilai kejujuran kepada buah hati Anda? Bila Anda memiliki ide lain dalam menanamkan nilai kejujuran pada sang buah hati, silakan berkomentar!

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)