Cara Mengatasi Anak yang Suka Membuat Masalah

5 Januari 2017 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Sering kita jumpai anak-anak yang gemar sekali membuat masalah. Melakukan keisengan kepada temannya, membuat suara-suara aneh agar menarik perhatian, memainkan alat tulis hingga terjatuh, adalah beberapa contoh hal yang biasa mereka lakukan. Sebagai pendidik, tentu kadang serba salah. Bila didiamkan, mereka akan semakin menjadi, bila diingatkan, maka keinginan mereka akan tercapai, yaitu mendapatkan perhatian. Saya, Kak Zepe, akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi permasalahan ini:

1. Menjaga kedekatan

Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh pendidik agar anak bisa terbuka dan jujur selain dengan menjadi sahabat mereka. Agar bisa menjadi sahabat mereka, kita harus bisa meluangkan waktu untuk bermain, duduk sebangku saat makan siang, atau pun melakukan obrolan ringan saat-saat waktu luang. Hal ini akan mempererat keakraban kita dengan sang anak, terutama saat kita bisa bersabar mendengarkan segala celoteh anak. Bila kita sudah merasa dekat, kita bisa menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Misalnya apa yang mereka rasakan saat berada di rumah, bagaiaman orang tua memperlakukan mereka, dan masih banyak lagi. Kedekatan ini juga akan membantu kita saat menasihati mereka, anak didik biasanya akan bisa lebih terbuka dan mau mendengarkan guru yang dirasa nyaman dan dekat. Agar kedekatan dengan anak tetap terjaga, kita harus cerdas dalam menjaga hati mereka, misalnya saat mereka berbuat kesalahan kita perlu berusaha untuk tidak menyalahkan mereka di depan umum. Kita bisa mendekatinya dan membisikkan kesalahan yang baru saja dilakukan. Bila ia tetap melakukannya, kita bisa memintanya berbicara 4 mata.

2. Mengajarkan anak bertanggungjawab

Rasa tanggungjawab sangat perlu ditanamkan agar anak juga semakin peduli kepada teman yang lain. Misalnya, setelah bermain anak harus membereskannya karena bila tidak dibereskan akan mengganggu teman lain saat hendak belajar. Kita perlu menjelaskan hal ini, agar mereka tau akan alasan dari suatu nasihat atau anjuran perlu dilakukan. Karena terkadang anak-anak yang sering membuat masalah belum menyadari bahwa apa yang mereka lakukan akan merugikan teman yang lain. Rasa tanggung jawab juga bisa diajarkan dengan cara ikut menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, menyapu lantai bila kotor, tidak lupa menyiram setelah buang air kecil, dan lainnya. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, maka ia pun belajar peduli atau bertanggungjawab pada kesehatan orang lain.

3. Membiasakan anak meminta maaf saat berbuat salah

Apa pun kesalahan yang dia lakukan, kita perlu meminta mereka untuk meminta maaf. Berikan penjelasan pada anak tentang arti maaf yang sebenarnya adalah bukan hanya masalah kata-kata. Namun harus diimbangi dengan niat untuk berubah mulai dari dalam diri, yaitu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

4. Membiasakan anak melakukan kegiatan secara mandiri

Anak-anak memang terkadang masih membutuhkan bantuan saat melakukan banyak hal. Namun porsi bantuan yang diberikan anak satu dengan anak yang lain tentu berbeda-beda. Seorang pendidik harus memahami kemampuan setiap anak-anak didiknya, sehingga ia bisa memberikan bantuan dengan porsi yang tepat. Sehingga bantuan yang diberikan akan lebih mengacu pada memotivasi anak untuk menjadi bisa, bukan malah memanjakan mereka. Bila kita bisa memberikan bantuan dengan porsi yang tepat, maka anak pun akan bisa bertumbuh sebagai mana layaknya mereka, sehingga mereka pun akan bertumbuh menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Dengan menumbuhkan pribadi positif ini, maka hal-hal negatif yang biasa mereka lakukan pun akan berkurang dengan sendirinya.

5. Mengajarkan berosialisasi

Terkadang anak-anak yang sering membuat masalah akan dijauhi oleh teman-temannya. Padahal ada kalanya juga mereka menyadari akan kesalahan yang telah mereka lakukan. Sebagai pendidik, kita perlu memberikan ruang bagi anak ini untuk bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Sehingga kepercayaan diri mereka tetap terjaga (tidak minder). Kita juga perlu memberikan ruang bagi anak ini untuk mencari perhatian dengan cara yang positif, misalnya dengan memberikan kesempatan kepada anak ini untuk memimpin barisan, menjadi ketua kelas, dan posisi dimana ia harus bisa menjadi contoh yang baik. Kita juga perlu memotivasi anak-anak didik yang lain untuk tetap mau bergaul dengan anak yang suka membuat masalah, yaitu dengan menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kekurangan atau kelemahan. Setiap siswa perlu belajar mengingatkan setiap anak yang berbuat salah dengan cara yang baik dan sopan.

Demikian tips dari Kak Zepe, semoga bermanfaat bagi pendidik di seluruh Indonesia dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak didik, terutama mereka yang suka membuat masalah. Bagaimana pun kita harus percaya bila kita tekun dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, maka kebiasaan negatif anak dan kekurangan mereka akan berkurang dengan sendirinya.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)