Cara Mengasuh Anak Hiperaktif

30 April 2014 Artikel Pendidikan


Orang tua mana yang tidak senang bila melihat anaknya aktif dan ceria. Tapi kalau aktifnya melebihi batas kewajaran anak-anak seusianya, tentu akan membuat orang tua mulai khawatir dan kesulitan untuk menanganinya. Misalnya, saat ingin diberi makan anak selalu berlarian kesana kemari tidak bisa diam, kerap berlompatan ke segala arah tidak kenal lelah sampai Ibu kewalahan mengejarnya. Anak hiperaktif yang selalu bersemangat untuk melakukan segala sesuatunya memang membutuhkan kesabaran ekstra dari kedua orang tuanya.

Seorang anak yang hiperaktif membutuhkan pengawasan dan bimbingan agar dapat menyalurkan energinya yang selalu bersemangat dan tidak pernah capek. Sebenarnya, anak hiperaktif merupakan anak yang sangat cerdas namun mereka sering dikatakan sebagai anak nakal dan bandel karena sering mengganggu teman-temannya atau menjahili.

Sebagai orang tua yang mempunyai anak hiperaktif harus dapat memahami dan menggali bakat yang dimiliki oleh anak sehingga dapat dikembangkan dan disalurkan secara positif. Dan energi yang berlebihan tersebut akan digunakan secara positif pula. Lantas, apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengasuh anak yang hiperaktif dan selalu bersemangat tinggi?

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengasuh anak yang hiperaktif:

1.Melatih anak untuk diam.

Orang tua tetap harus melatih anak untuk duduk diam, misalnya pada saat makan. Anak yang hiperaktif harus mengikuti aturan dan kesopanan saat di meja makan. Hal yang sama dapat dilakukan saat anak memperoleh pelajaran agar tidak mengganggu temannya.

2.Menggali bakat anak.
Orang tua harus mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak sehingga orang tua dapat mengarahkan energi berlebihan dari anak ke kegiatan positif.

3.Menyalurkan bakat anak.
Orang tua dapat menyalurkan bakat anak pada kegiatan positif yang menjadi minat anak. Misalnya dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah atau mengikuti kursus. Sebaiknya anak juga diikutkan pada kegiatan yang membutuhkan energi besar seperti olah raga.

4.Memberi fasilitas kepada anak.
Buku dan game dapat menjadi hiburan bagi anak hiperaktif. Kedua fasilitas tersebut dapat melatih anak untuk berkonsentrasi dan duduk diam.

5.Memilih sekolah yang tepat.
Untuk anak hiperaktif sebaiknya dimasukkan ke sekolah inklusi yang dapat memberikan penanganan khusus pada perkembangan anak. Di sekolah ini biasanya terdapat terapi yang dapat membantu menangani anak hiperaktif dan ada pendampingan khusus.

6.Kasih sayang orang tua.
Anak yang hiperaktif adalah tetap anak normal yang memiliki kelebihan energi dan sebagai orang tua wajib memberikan kasih sayang yang sama dengan anak lainnya.

Tentunya orang tua sangat diharapkan lebih menaruh perhatian khusus kepada anak hiperaktif. Bukan berarti melebihkan dari anak lainnya, tetapi harus mendidik dengan cara yang berbeda dengan biasanya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)