Cara Mengajari Anak Mengatur Keuangannya Sejak Dini

3 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Anak adalah anugerah terindah yang tidak ternilai harganya. Allah menitipkan anak mestinya untuk dijaga dan untuk diajarkan hal-hal yang baik agar nantinya bisa menjadi anak yang berguna bagi semua orang. Pendidikan pertama anak datang dari orang tua, mulai dari sopan santun, pendidikan agama, hingga pendidikan keuangan. Orang tua yang baik adalah mereka yang mampu menjadi panutan kepada anak-anaknya.

Mereka juga harus senantiasa membimbing sang anak untuk mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dengan demikian, sang anak akan lebih pintar dalam menilai segala hal. Pendidikan finansial sangat penting ditanamkan kepada anak semenjak dini. Hal ini akan mengarahkan anak untuk dapat mengelola keuangannya sendiri tanpa harus menjadi pribadi yang konsumtif. Cara berpikir yang baik akan mengantarkan anak Anda menuju masa depan yang cerah.

Berikut cara membangun kecerdasan finansial anak:
1. Kenalkan uang kepada anak
Begitu anak mulai bisa berhitung, kenalkan mereka akan artinya sebuah uang. Beri informasi mengenai bentuk, nilai dan fungsi uang yang sebenarnya.

2. Ajarkan transaksi tunai
Mengajarkan anak untuk berbelanja menggunakan uang tunai akan membuatnya tidak berlebihan menggunakan uang. Ajak anak untuk membandingkan uang tunai dengan penggunaan kartu kredit. Uang tunai lebih memiliki nilai lebih dalam mendidik anak, dibandingkan menggunakan kartu kredit yang dapat memanjakan sekaligus mencekik lehernya ketika jatuh tempo pelunasan.

3. Beri jatah bulanan kepada anak
Untuk membiasakan anak cermat dalam mengelola keuangannya, tidak ada salahnya untuk memberinya jatah bulanan. Ajari anak untuk membuat anggaran pengeluaran setiap bulan. Arahkan anak untuk menyimpan uang di beberapa tempat agar mudah dalam hal pengontrolan.

4. Berbelanja secara bijak
Kebanyakan anak cenderung berfikir bahwa uang adalah alat untuk berbelanja. Pola pikir ini memang ada benarnya, tapi juga harus disertai sifat bijak dalam menggunakan uang. Tanamkan kepada anak bahwa jika uang hanya dihabiskan untuk berbelanja saja akan menimbulkan sifat boros. Anak harus dibiasakan untuk bersifat hemat dengan membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, ajarkan anak untuk berbelanja barang yang berkualitas agar awet digunakan.

5. Mandiri
Sifat mandiri dalam mengelola keuangan adalah hal yang penting bagi anak, Penanaman sifat mandiri tersebut bisa dilakukan dengan tidak membelikan barang mahal yang diinginkan anak. Biasakan ia untuk membeli barang tersebut dengan uangnya sendiri. Dengan demikian motivasi menabungnya akan lebih tinggi. Namun demikian, hal tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Apabila setelah menabung uangnya belum mencukupi, Anda boleh menambahkan dana untuk menutup kekurangan tersebut. Jika sifat ini sudah tertanam sejak kecil, ketika besar nanti ia akan menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

6. Ajari anak menabung
Rajin menabung pangkal kaya, itulah istilah yang harus ditanamkan kepada anak. Tanpa adanya kesadaran untuk menabung, maka sulit sekali bagi anak untuk dapat berhasil mengelola finansial. Ajarkan kepada anak bahwa uang tabungan akan sangat bermanfaat untuk memenuhi keperluan mendesaknya suatu saat nanti. Mulailah mengajarkan menyisihkan uang saku yang Anda berikan sebelum ia gunakan untuk berbelanja. Lakukan cara tersebut dengan rutin hingga menjadi kebiasaan bagi anak.

Kemampuan otak anak dalam menerima suatu pendidikan atau ilmu masih terbatas, Anda harus mengingat hal itu. Jadi ajarkan kebaikan pada anak sedikit demi sedikit, jangan memaksa anak melakukan sesuatu diluar kemampuannya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)