Cara Mendidik Anak Jadi Pemimpin yang Baik

9 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Membentuk sikap kepemimpinan anak memang tidak mudah, butuh kesabaran dan kesiapan yang matang, Setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya kelak akan menjadi seorang pemimpin. Entah suatu hari nanti sang buah hati akan menjadi pemimpin negeri ini, pemimpin dunia, ataupun menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Jiwa kepemimpinan memang sangatlah penting dimiliki oleh setiap anak karena dengan begitu anak akan mulai belajar tanggung jawab dan hidup mandiri. Kepemimpinan merupakan salah satu hal yang diperlukan bagi seorang anak untuk terus tumbuh berkembang menjadi pribadi dewasa yang berperilaku baik. Banyak aspek yang memengaruhi kepemimpinan baik dari dalam diri anak maupun dari lingkungan sekitar.

Belakangan kita melihat begitu banyak pemimpin negeri ini tersandung berbagai kasus korupsi. Fenomena ini agaknya semakin menegaskan anggapan yang menyebut bahwa negara Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Harus diakui mencari dan membentuk sosok pemimpin yang baik memang bukan perkara mudah. Membentuk jiwa pemimpin yang jujur dan amanah harus dibangun sejak kecil. Tidak bisa tidak, hal itu harus dilakukan oleh orang tua sebagai orang terdekat bagi anak. Pada dasarnya setiap anak baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Karena itu orangtua harus bisa menyiapkan kondisi terbaik bagi anak untuk mendukung mereka tumbuh menjadi pemimpin yang baik.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk membentuk anak jadi pemimpin yang baik:
1.Jujur

Kejujuran merupakan hal paling penting dan mendasar yang wajib diajarkan setiap orangtua kepada anak. Kejujuran harus selalu ditanamkan dalam setiap aspek kehidupan dan perkembangan anak. Salah satu cara paling mudah mengajarkan sikap jujur adalah dengan memberikan contoh atau teladan.

2.Berani berpendapat
Untuk dapat menjadi pemimpin, seorang anak harus diajarkan untuk dapat mengemukakan pendapatnya. Orangtua harus memberi kebebasan bagi nak untuk mengemukakan alasan dari setiap tindakan. Disini anak akan belajar untuk berani berpendapat.

3.Tumbuhkan rasa kepercayaan dirinya
Orangtua juga harus menanamkan rasa kepercayaan kepada anak. Saat mengkritik anak, orangtua harus sedapat mungkin menghindari menjatuhkan harga dirinya.

4.Latih kemandiriannya
Kemandirian sangat diperlukan seorang anak ketika ia menghadapi masalah. Mulailah ajarkan kemandirian dengan menghindari ketergantungan anak pada orang lain misalnya asisten rumah tangga. Biarkan anak melakukan sendiri hal-hal yang bisa dia kerjakan, seperti membereskan tempat tidur, membersihkan kamar, mandi dan lain sebagainya.

5.Toleransi
Seorang pemimpin yang baik tentu dapat menerima setiap pendapat dan keputusan meski berlainan dengan apa yang diharapkan. Karena itu anak harus selalu diajarkan memiliki sikap toleransi sejak kecil. Bantu anak menghargai perbedaan yang ada sehingga ia akan bijak untuk menghargai setiap perbedaan.

6.Mengenal kelemahan
Apa yang disukai seorang anak belum tentu baik bagi dirinya. Begitu juga hobi seorang anak belum tentu akan bisa mengarahkan masa depannya.

Karena itu orangtua harus bisa mengenali potensi yang dimiliki sang anak. Dengan begitu orangtua dapat mengarahkan masa depan yang terbaik bagi si anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)