Cara Mendidik Anak Agar Terbiasa Jujur

3 Desember 2014 Artikel Pendidikan


Disaat Anda tahu anak mulai berbohong, tentunya ada kekhawatiran baru yang terbesit di batin Anda. Apakah ia akan tumbuh menjadi seorang pembohong kelak? Namun, kebohongan yang dilakukannya mungkin saja hanya merupakan bagian dari cerita perkembangan emosi dan moralnya. Sebenarnya, Anda tidak perlu memarahi atau menghukumnya, karena ia tidak memiliki niat jahat. Jika ia hidup di lingkungan sosial yang baik, maka ia pun akan terdidik dengan sendirinya. Seiring dengan kedewasaannya, ia akan memahami mana yang baik dan tidak.

Penelitian menunjukan bahwa baik dan buruknya sifat anak itu terbentuk dari lingkungan keluarga dan terdekatnya. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa kelompok anak berusia 10 hingga 15 tahun lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan luar mereka. Nah, umumnya anak di kisaran usia tersebut cenderung sulit berterus terang pada orangtua mereka. Melihat perkembangan zaman yang tidak selalu berdampak baik terhadap fase tumbuh kembang anak, alangkah baiknya bila anak dapat berkomunikasi secara terbuka dan terus terang. Namun, hal yang demikian tidak selalu berjalan mudah pada beberapa hubungan orangtua dan anak. Lalu, bagaimana sih cara terbaik menghadapi sikap anak yang susah untuk jujur?

Berikut beberapa cara menghadapi sikap anak yang susah jujur:
1. Jadilah sahabat anak

Cara Anda menghadapi anak sangat tergantung dari kebiasaan yang Anda lakukan. Yakinkan anak bahwa Anda juga dapat menjadi sahabat untuk berbagi kisah, bahkan sampai hal yang paling sensitif sekali pun. Ingat saja, Anda sendiri merasa lebih nyaman curhat dengan sahabat, bukan?

2. Beri pengertian kepada anak
Saat anak Anda terbukti berbohong, segera tegur. Lalu, berikan pengertian baginya bahwa Anda hanya ingin yang terbaik untuknya dan tidak ingin dia berbohong lagi. Namun, ingatlah untuk jangan terbawa emosi, dan asal tuduh saat tidak terbukti.

3. Jangan menekan anak
Memberi tekanan berlebih pada anak akan membuat anak semakin menyembunyikan sesuatu dari Anda. Cairkan suasana dengan Anda memulai percakapan terlebih dulu, ceritakan pengalaman menarik dan kurang menyenangkan yang pernah Anda hadapi di masa lalu. Dengan demikian, lambat laun, anak pun akan lebih terbuka pada Anda dan tidak ragu untuk curhat dengan Anda.

4. Beri hukuman yang edukatif
Untuk menjelaskan bahwa kebohongan tak dapat ditoleransi, orang tua sah-sah saja memberikan hukuman, tetapi sesuai batasan yang mendidik. Berikanlah anak pengertian bahwa hukuman tesebut diberikan karena kebohongan bukanlah suatu hal yang baik.

Di atas semuanya, orangtua perlu menunjukkan kepercayaan kepada anak. Dipercaya orangtua merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang anak, dan karenanya ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga kepercayaan tersebut.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagi sumber)