Camkan, Anak Agresif dan Nakal Karena Meniru Orangtuanya!

20 Juni 2012 Artikel Pendidikan


Hukuman fisik yang dilakukan orangtua pada anak seperti pukulan meski dengan niat membangun sikap disiplin sebaiknya tidak dilakukan. Perilaku tersebut justru kontra produktif karena dapat membentuk sikap agresif seorang anak.

"Saya pikir sangat penting bagi orangtua memahami bahwa meskipun hukuman fisik diperlukan untuk mendidik anak, ada banyak efek samping yang nantinya dapat berkembang untuk jangka panjang" kata Joan Durrant, psikolog anak di Clinical Psychologist di Family Social Sciences, Universitas Manitoba, Kanada.

Semakin sering seorang anak melihat orangtua menanggapi konflik dengan memukul, kata Durrant, makin besar kemungkinan anak akan melakukan hal yang sama ketika menghadapi konflik mereka sendiri.

Pada saat tumbuh besar, banyak anak bersikap agresif dan menjadi pemberontak, sayang banyak orangtua tidak paham mengapa anak-anaknya demikian.

Menurut Durrant ada faktor utama mengapa anak berperilaku demikian. "Orangtua cenderung menyalahkan anak saat mereka tumbuh menjadi pemberontak, padahal anak-anak sebenarnya hanya melakukan hal-hal yang mereka anggap normal bagi perkembangan mereka dengan menyontoh lingkungan sekitar termasuk orangtuanya".

Sebaiknya, orangtua mendidik disiplin pada anak melalui hal positif, pendekatan psikologis serta tanpa kekerasan, tegas Durrant.

Sumber: sehatnews.com