Bingung Melewati Jalur Apa Saja Saat Mudik? Yuk Simak Informasinya Disini!

24 Juli 2014 Artikel Pendidikan


Sebentar lagi hari Lebaran akan tiba. Biasanya masyarakat ndonesia merayakan hari raya tersebut dengan kembali ke tanah kelahirannya atau lebih dikenal dengan "Pulang Kampung". Untuk Anda yang ingin merayakan hari Lebaran dengan Pulang Kampung, maka harus menyiapkan beberapa keperluan untuk mudik terutama obat dan makanan. Selain itu, ada hal yang paling penting dari semua itu yakni kesehatan dan kondisi kendaraan serta rute jalan yang akan dilalui apabila ingin mudik dengan kendaraan pribadi.

Supaya dapat mudik dengan aman dan nyaman, yuk simak beberapa rute yang telah isediakan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan Departemen Perhubungan.

Seperti arus mudik tahun-tahun sebelumnya, jalur yang paling ramai dilewati para pemudik yakni di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Namun melihat kondisi jembatan Comal di Pemalang yang ambles sejak beberapa waktu lalu membuat para pemudik harus beralih ke jalur alternatif lainnya untuk menghindari kemacetan parah. Jalur selatan tengah dan selatan pulau Jawa bisa menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur Pantura.

Sebenarnya jarak tempuh dari Jakarta menuju kawasan Jogjakarta dan daerah selatan Jawa Timur relatif lebih cepat dari pada melalui jalur Pantura yang sudah pasti macet. Selain itu infrastruktur di kawasan selatan Jawa sekarang mulai dibenahi. Seperti pemasangan rambu lalu lintas, penerangan jalan dan didirikan pos polisi.

Agar dapat sampai di tujuan dengan selamat, Kementerian Perhubungan membagikan informasi peta jalur mudik berformat GIS (Geographic Information System), yang memiliki tampilan peta digital maupun gambar citra satelit dan bisa di-download ke tablet.

Peta digital ini memadukan sistim google map dan google earth sehingga rute-rute alternatif mana saja yang bisa dijadikan pilihan bagi para pemudik. Peta mudik Kemenhub tersebut dapat diakses dengan tablet maupun ponsel dan sajian informasi di peta mudik GIS tersebut terus di-update.Anda dapat mengikuti urutan-urutan pada nomor yang diberikan pada peta GIS ini karena jalur yang diberi nomor adalah jalur alternatif yang telah disetujui oleh Kemenhub.

Untuk peta digitalnya bisa di unduh di laman resmi Kemenhub

Contoh:

Ketika Jembatan Comal di Kabupaten Pemalang (Jawa Tengah) putus, peta tersebut menyajikan jalur alternatif sepanjang 8 kilometer dengan rute:

· Jln. Urip Sumoharjo → Jln. Jenderal Sudirman → Jln.Perintis Kemerdekaan dan bertemu kembali dengan jalur Pantura di sebelah timur jembatan Comal.
· Dari arah Jakarta, sekitar 300 meter selepas Kodim 0711 Pemalang (terletak di sisi kiri), mobil diarahkan belok kanan melalui Jl.Urip Sumoharjo.
· Sebaliknya dari arah Timur, sekitar 300 meter selepas SPBE Petarukan di pertigaan Gandulan, mobil diarahkan lurus menuju Jl. Jenderal Sudirman. Padahal, seharusnya belok kanan melalui jalur utama Pekalongan → Pemalang →Tegal (karena jembatan Comal sedang diperbaiki)

Rute ini bisa digunakan bagi pemudik yang ingin ke daerah Jawa Tengah sampai daerah Jawa Timur.

Meskipun jalur alternatif, bukan tidak menutup kemungkinan apabila terjadi kemacetan dan rawan kecelakaan. Untuk itu, Anda harus lebih waspada dalam mengambil jalur terutama di daerah berikut:

· Pertigaan Tol Cikopo
· Simpang Jomin
· Kawasan Puncak
· Cisarua
· Tanjakan Nagrek
· Malabong
· Ciawi
· Pertigaan Buntu
· Depan Pasar Gombong
· Pasar tumpah Karanganyar Kebumen.

Tidak hanya untuk rute Jawa Tengah - Jawa Timur, rute Jawa Barat juga memiliki berbagai Jalur alternatif yang bisa Anda gunakan ketika mudik. Dibawah ini bisa dipilih mana saja jalur alternatif yang bisa di tempuh seperti:


· Cibubur → Cileungsi →Jonggol →Cariu →Cikalong→Cianjur
· Sadang→Kalijati→Purwodadi→Sukamandi
· Pamanukan→Pegadenbaru-→Subang-→Kalijati-→Sadang
· Malangbong→Wado→Darmajaya→Situraja→Sumedang
· Subang→Segala Herang→Lembang→Bandung
· Dawuhan→Sumber Jaya→Kertajati→Jatitujuh→Jatibarang
· Dawuhan→Majalengka→Talaga→Cikijing→Panawangan→Kawali→Ciamis
· Dawuhan→Majalengka→Talaga→Cikijing→Kuningan→Ciawigebang
· Nagrek→Kadungora→Tarogong→Garut→Salawu→Tasikmalaya


Diperkirakan terjadi kemacetan parah di tujuh titik ini, yakni Ciawi, Cikampek, Sadang, Palimanan, Sumedang, Nagreg, dan Pejagan. Jika memang terjadi, kemungkinan besar petugas akan mengarahkan pemudik ke jalur-jalur alternatif diatas.

Untuk pemudik ke daerah Jawa Timur, ada beberapa jalur alternatif yang bisa Anda jadikan pilihan seperti:

· Tuban
Jalur simpang 3 Bulu-Jatirogo-Singgahan-Parengan-Sooko-Rengel-Plumpang-Bojonegoro (122 km-3 jam).

· Lamongan
Jalur alternatif Gresik-Tuban, Banjarwati ke selatan (arah makam Sunan Drajat) Desa Petiyen Solokuro ke arah barat (11 km-30 menit)

· Pasuruan (Gempol)
Jalur alternatif Surabaya-Malang, dari Surabaya dialihkan ke arteri ke kiri, simpang 3 Gempol belok kanan, Circle tol lama, Apollo, Malang atau sebaliknya (5 km-15 menit)

· Pasuruan
Jalur alternatif simpang 3 Ngopak Pasuruan-Surabaya, dialihkan ke simpang 4 Sedarum, simpang 3 Watugalih, simpang 3 Cukur Gondang, simpang 3 Ranu Grati, simpang 3 Triwung, simpang 3 Gading, simpang 3 Rejoso, Surabaya atau sebaliknya (29 km-30 menit).

· Probolinggo
Jalur alternatif Probolinggo-Surabaya dan sebaliknya, dialihkan ke pertigaan Polsek Tongas ke selatan, pertigaan purut ke utara, pertigaan Sepu Gembol ke selatan, pertigaan Lawean (26 km-40 menit).

· Sidoarjo
Apabila terjadi kemacetan di jalur utama Jalan Raya Porong, maka dialihkan ke Jalan Raya arteri baru Porong dan Kalitengah (8,5 km-25 menit).

· Gresik
Jalan Raya Manyar-Paciran (Jl Manyar-Bungah-Sidayu-Panceng-Paciran-Lamongan (45 km-1 jam).

· Madiun
Jalan alternatif Surabaya-Madiun, Jalan Desa Kaligunting-Bungkus (8 km-10 menit).

· Kediri
Jalur alternatif Kediri-Surabaya dialihkan melalui simpang 4 Papar-Simpang 4 Plemahan-Kunjang-Gudo-Jati Pelem-Jombang atau simpang 4 Papar-Simpang 4 Plemahan-simpang 4 Palem (Pare)-simpang 3 Ringin Budho-Badas-Jombang-Surabaya (35 km-45 menit).

· Jombang
Jalur alternatif Jombang-Kediri, Simpang 3 Jatipalem -Jalan Raya Tanggungan Gudo-Jalan Raya Semen-Jalan Raya Kunjang-Pare Kediri (7,5 km-35 menit).

· Mojokerto
Jalur alternatif Mojokerto-Jombang, dialihkan ke jalan raya desa Mlirip Kecamatan Jetis (Jalan Gajahmada-Jl Pahlawan-Jl Raden Wijaya-Jl Majapahit Selatan) masuk wilayah Polresta Mojokerto-Jl RA Basuni-Jl Jampirogo Kecamatan Sooko (Kembali ke jalur Mojokerto-Jombang (15 km-35 menit).

· Nganjuk
Jalur alternatif Nganjuk-Jombang, Jl Ahmad Yani Kertosono-Jl Raya Patianrowo-Jl Raya Jatikalen-Ploso Jombang (30 km-45 menit).

· Nganjuk
Jalur alternatif Nganjuk-Madiun, Desa Guyangan-Sidokare-Banaran Wetan-Banaran Kulon-Desa Gaeng-Pasar Bandungan-Awar-awar-Wilangan/Pos Polisi awar-awar (10 km-25 menit).

· Ngawi
Jalur alternatif Surabaya-Solo, Simpang 3 Sidowayah/KM 13-Kedunggalar-Jogorogo-Ngrambe-Widodaren-Simpang 3 Gendingan (47 km-40 menit).

· Surabaya
Jl Gunungsari Mastrip-jembatan baru Mastrip arah Sidoarjo ke arah Driyorejo Gresik (4 km-20 menit).

· Ponorogo-Pacitan
Ponorogo-Badegan-Purwantoro (Wonogiri)-Bandar (pacita)-Nawangan-Arjosari-Pacitan (103 km-3 jam 15 menit).

· Malang
Jalan alternatif, Jalan Raya Kendal Payak-Sukoharjo-Jl Raya Penarukan-Kota Malang (7 km-15 menit).

· Banyuwangi
Jalan alternatif Banyuwangi-Situbondo, Banyuwangi-Lingkar Kalipuro-Wongsorejo (3 km-6 menit).

· Banyuwangi
Jalan alternatif Banyuwangi-Jember, Banyuwangi-Kabat-Rogojampi-Singojuruh-Genteng-Glenmore-Kalibaru (20 km-45 menit).

Oleh: Albert S
(Dikutip dari Dephub.go.id & sumber lainnya)