Bimbingan yang Tepat dan Bermanfaat di Era Teknologi

15 September 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Munculnya gadget yang semakin canggih, lahirnya berbagai macam aplikasi yang bisa didownload gratis, dan dirilisnya berbagai macam software dengan berbagai macam layanan yang menarik merupakan beberapa efek dari perkembangan teknologi. Banyak anak-anak usia dini yang sudah tidak asing dengan yang namanya gadget. Orang tua sering menjadikan gadget sebagai senjata andalan agar anak bisa tenang di rumah. Namun membiarkan anak memainkan gadget sendiri tentu saja adalah hal yang kurang bijak, karena banyak sekali pengaruh yang negatif bisa menimpa anak yang memainkan gadget, komputer, video game, bila tidak ada pendampingan yang intens dari orang tua.

1. Perlu Belajar Menguasai Teknologi

Anak-anak jaman sekarang memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi. Orang tua juga perlu mengerti hal ini, sehingga cepat melakukan tindakan untuk melindungi anak. Jangan malu untuk ikut memainkan game-game yang sering dimainkan anak. Dengan ikut memainkan game yang dimainkan anak, anda akan paham akan tema, jalan cerita, tokoh, dan lainnya. Supaya Anda benar-benar tau bahwa game, software, atau aplikasi yang dimainkan anak jauh dari konten-konten yang dewasa. Selain itu, dengan ikut belajar maka Anda bisa memberikan bimbingan kepada anak akan game, software atau aplikasi yang dimainkan anak. Sehingga bila memang ada nilai-nilai edukatif, Anda bisa langsung menyampaikan ke anak, bahkan Anda bisa belajar bersama anak. Dan bila ada nilai-nilai yang kurang baik bagi anak anda bisa langsung memberikan bimbingan kepada anak.

2. Memahami Dampak Negatifnya, dan Tahu Cara Mengatasinya

Animasi di dalam berbagai game kian menarik. Anak-anak pun semakin diajak untuk mengalami sesuatu yang mendekati kenyataan. Tokoh-tokoh kartun di zaman sekarang bisa bergerak dengan gerakan yang mendekati sempurna. Keistimewaan teknologi canggih memang mampu membius anak untuk tetap betah di rumah. Di sisi lain, anak-anak menjadi malas untuk bermain di luar. Tidak seperti zaman dahulu, aneka permainan bisa kita mainkan bersama teman-teman sebaya. Sehingga kehidupan sosial kita pun tidak ada masalah, karena kita sudah terbiasa bergaul dengan masyarakat sekitar. Tidak seperti sekarang. Anak-anak bisa betah berada di rumah hanya karena "bergaul" dengan TV, mesin game, dan CD game, yang merupakan benda mati. Agar bisa seimbang, orang tua perlu mengajak anak untuk bersialisasi dengan cara mengajak mereka ikut dalam acara-acara yang dihadiri oleh orang banyak, atau pun berkunjung ke tempat saudara-saudara.

3. Mengajak Anak untuk Terbuka

Selain mengajak anak untuk tidak melupakan hidup bersosialisasi, orang tua perlu mengajak anak untuk bisa terbuka dalam hal teknologi yang dipakai atau dimainkan anak-anak. Ada kemungkinan anak-anak pernah meng-klik iklan dewasa, menemukan konten yang tidak sesuai dengan usianya, dan hal-hal negatif lainnya. Keterbukaan adalah jalan yang terbaik. Agar anak bisa terbuka, Anda perlu memposisikan diri sebagai sahabat buah hati Anda. Dengan bermodal pengetahuan tentang teknologi yang baik dan kedekatan dengan anak yang akrab, Anda akan semakin mudah masuk ke dunia mereka. Anda bisa megorek informasi tentang game yang dimainkan anak saat Anda ngobrol bersama anak. Ajak anak untuk menceritakan tentang judul game yang menarik, alasan sebuah judul game menjadi menarik, dan berbagi macam pertanyaan yang berhubungan dengan isi game.

Bagaimana dengan Anda? Bagaimana Anda menyikapi perkembangan teknologi yang makin cepat? Bagaiman usaha Anda dalam memproteksi sang buah hati agar tidak terkena pengaruh negatif dari perkembangan teknologi?

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)