Bimbingan Belajar, Perlu atau Tidak?

22 November 2013 Artikel Pendidikan


Bimbingan belajar alias bimbel wajib tidak sih?

Dimasa-masa ujian banyak sekali siswa sekolah yang mengikuti bimbel. Tetapi ada juga siswa yang merasa bimbel itu perlu tetapi ada juga yang bilang tidak.

Mengikuti bimbel memang mengeluarkan biaya yang tak murah. Bimbel bukan barang baru bagi dunia pendidikan di negara kita. Sejak sekitar akhir 1970-an, bimbel sudah ada di kota besar seperti Jakarta. Tetapi, saat itu bimbel sebatas ajang melatih siswa SMA yang akan mengikuti tes masuk ke perguruan tinggi.

Pada 1990-an, keberadaan bimbel semakin menjamur. Sasaran mereka tidak hanya menjaring lulusan SMA yang akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi mulai menarik pelajar kelas III SMA guna menyiapkan mereka mengikuti ujian nasional (UN).

Targetnya, peserta lulus UN dengan nilai bagus dan lolos seleksi masuk PTN. Dan kini bimbel juga membuka bimbingan bagi siswa kelas X dan kelas XI dengan sasaran agar peserta mendapat nilai ulangan harian bagus dan naik kelas dengan nilai memuaskan.

Bimbel sebenarnya hanya memenuhi kebutuhan belajar siswa. Di bimbel lebih sering diberikan latihan soal, bahkan soal yang tidak ada di sekolah pun ada karena biasanya disetiap tempat bimbel ada tim penyusun soal tersendiri. Selain itu, tutor di bimbelnya juga siap membantu siswa yang kesulitan menjawab soal dari guru di sekolah.

Alasan siswa masuk bimbel bermacam-macam. Umumnya peserta bimbel mengaku karena pembelajaran di kelas masih kurang. Ada juga yang ingin berlatih menjawab soal secara cepat lewat pelatihan di bimbel, yang setiap bulan memberi siswa kesempatan try out (uji coba). Sehingga saat ujian tiba, siswa tidak lagi kaget dan mudah untuk mengerjakan soal ujian tersebut.

Jika memang siswa merasa harus bimbel, berarti orangtua mesti merogoh kocek dalam-dalam karena umumnya bimbel memasang tarif relatif mahal. Selain itu, siswa juga harus menjaga kesehatan lahir batin. Sebab, setelah belajar di sekolah, mereka harus belajar lagi di tempat bimbel minimal 1,5 jam, dua kali seminggu.

Jadi, perlukah bimbel untuk masa depan kita? Semua kembali kepada kondisi setiap siswa. Ada baiknya, sebelum memutuskan ikut bimbel, tanyakan kepada diri sendiri kelebihan dan kekurangannya.

Ikut bimbel berarti kita punya kesempatan belajar lebih lama, tetapi lebih lelah dan orangtua harus mengeluarkan uang ekstra. Belajar sendiri atau berkelompok dengan teman-teman relatif tak perlu biaya ekstra besar, tetapi memerlukan disiplin diri yang tinggi. Kemungkinan lain, minta kesediaan guru di sekolah untuk memberikan waktu tambahan untuk pelajaran yang belum kita mengerti.

Oleh: Ariyanti

(Dikutip dari berbagai sumber)