Biarkan Anak Bebas Berimajinasi Saat Menulis

19 Oktober 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kegiatan mengarang adalah kegiatan yang tidak disukai oleh sebagian besar teman-teman saya. Mereka merasa bahwa kegiatan menulis adalah kegiatan yang membosankan. Padahal kegiatan menulis bisa menjadi sebuah kegiatan yang menarik, bila guru memahami selera anak dalam menulis.

Tema karangan

Tema-tema karangan yang disediakan di sekolah biasanya adalah tema-teman yang diulang-ulang dan tentu saja bisa membuat siswa menjadi bosan, misalnya perayaan hari raya, liburan, berkunjung ke rumah nenek, dan lainnya. Cobalah menyediakan tema-tema yang menarik bagi anak-anak. Misalnya, tema-tema fantasi atau cerita tentang binatang. Akan lebih baik lagi bila siswa dipersilakan memilih tema sesuai dengan selera mereka.

Jenis tulisan

Jenis tulisan yang terlalu formal, yaitu dalam bentuk beberapa paragraf, juga bisa membuat anak merasa bosan. Biarkanlah anak berkreasi dengan tulisan mereka. Misalnya untuk anak yang gemar membuat komik, biarkan ia berkreasi membuat komik dalam tulisan mereka. Yang terpenting, anak-anal diberikan instruksi terlebih dahulu sebelum mereka mulai menulis. Misalnya, siswa diminta menulis cerita dalam 5 hingga10 kalimat. Bagi anak-anak, membuat cerita yang terdiri atas 5 hingga 10 kalimat bukanlah perkara mudah. Biarkan anak berkreasi sesuai dengan ketrampilan mereka. Karena instruksi yang terpenting adalah siswa diijinkan menulis 5-10 kalimat dalam bentuk karya apa pun.

Pengaruh media bagi imanjinasi anak

Saat ini media berkembang sangat cepat. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi imajinasi anak. Anak-anak bisa mendapatkan hiburan dari berbagai media, baik media cetak mapun media elektronik. Di media cetak, anak-anak bisa membaca komik, membaca majalah, dan lainnya. DI media elektroik, anak-anak bisa mendapatkan informsih dari banyak website, aplikasi Android, televisi, dan lainnya.

Manfaat menulis kisah fiktif

Topik yang dipilih siswa dalam menulis fiksi akan sangat mempengaruhi imajinasi anak. Semakin sering anak membaca cerita fiktif, maka imajinasi anak pun akan semakin cepat berkembang. Karena di cerita fiksi, terkadang banyak menampilkan sebuah zaman di masa depan. Anak-anak membutuhkan imjaninasi yang besar, agar bisa membuat sebuah karya yang sunggu berharga nantinya. Saat anak menulis kisah fiktif, anak akan lebih banyak menggunakan otak kanan. Otak kanan sangat diperlukan dalam bidang seni bagi anak-anak.

Melalui artikel ini, saya, Kak Zepe, mengajak para pendidik agar semakin kreatif dalam menumbuhkan daya kreatfitas anak, mengingat anak-anak zaman sekarang sudah banyak dipengaruhi oleh berbagai media yang menunjang peningkatan imajinasi anak. Banyak aktivitas menarik yang bisa dipilih untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa. Semoga dengan kegiatan kreatif yang Anda berikan, anak-anak akan semakin mencintai kegiatan menulis, bukan malah menjadi trauma untuk melakukan kegiatan menulis.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)