Beberapa Kiat Menulis Cerpen yang Baik

17 November 2015 Artikel Pendidikan   |    Martinus S Hadi


Dalam menulis sebuah cerpen kita tentu harus dapat memperhatikan berbagai hal mulai dari yang kecil hingga yang besar karena di dalam penulisan cerpen perlu memperhatikan cara penyajian dari segi kebahasaan. Oleh karena itu, bagi seorang pemula, menulis cerpen merupakan sebuah hal yang amat sulit pada awalnya. Jadi, perlu sedikit semangat dan stamina yang lebih untuk bisa menulis cerpen yang menarik. Selain unsur intrinsik yang membangun isi cerita, dalam menulis sebuah cerpen yang lebih harus diperhatikan yaitu semua faktor kebahasan karena faktor kebahasaan dapat membantu memahami bangunan isi cerita secara keseluruhan. Dengan demikian, sebagai pemula, perlu harus lebih banyak belajar memahami faktor kebahasaan agar penyajian cerpen menjadi lebih menarik. Di sini, penulis menyajikan sedikit materi tentang cara penyajian sebuah cerpen dari segi kebahasaan, antara lain:

Tema
Sebaiknya, Anda memiliki tema yang jelas saat memulai menulis cerpen, tentang cerita seperti apa yang ingin Anda tulis. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Dengan adanya tema, yang menjadi tulang punggung cerita, maka cerpen Anda akan meninggalkan kesan tersendiri pada pembaca. Penetapan tema dari awal juga berguna agar saat menulis, Anda tidak terlalu jauh melenceng dari cerita sudah ditetapkan.

Alur cerita
Fokuslah pada satu alur cerita sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini. Percabangan alur cerita mutlak harus dihindari.

Karakter
Jangan menggunakan jumlah karakter yang terlalu banyak. Semakin banyak karakter bisa membuat cerita Anda menjadi terlalu panjang dan tidak fokus pada tema. Gunakan karakter secukupnya yang sesuai dengan alur cerita.

Sepenggal kisah hidup
Namanya saja cerita pendek, sehingga cerpen hanya menceritakan tentang sekelumit kisah dalam hidup karakter yang Anda buat. Jika karakter Anda memiliki kisah hidup yang sangat panjang, tulis hanya sebagai background yang menjadi penguat tema cerita tersebut. Tekankan hanya pada satu bagian dari hidupnya untuk ditulis.

Penggunaan kata
Bagaimanapun cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang bisa dipakai, apalagi cerita super pendek seperti flash fiction. Seringkali majalah atau koran tertentu benar-benar membatasi jumlah kata yang bisa dipakai. Jadi, Anda sebaiknya menggunakan pilihan kata yang efisien dan menghindari menggunakan kalimat deskriptif yang berpanjang-panjang.

Impresi
Secara tradisional, cerpen dimulai dengan pengenalan karakter, konflik, dan resolusi. Alternatif yang lain adalah Anda dapat membuat impresi pada pembaca justru pada awal cerita, dengan langsung menghadirkan konflik. Karakter Anda sudah berada di dalam kekacauan besar. Hal ini akan membuat pembaca semakin penasaran, ada apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana karakter tersebut akan mengatasi persoalannya. Pengenalan karakter, setting, dan lain-lain dapat dilakukan secara perlahan-lahan di bagian cerita berikutnya.

Kejutan
Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak.

Konklusi
Jangan biarkan pembaca meraba-raba dalam gelap pada akhir cerita Anda. Pastikan konklusi di akhir cerita Anda memuaskan, tetapi juga tidak mudah ditebak. Pembaca perlu dibuat berkesan pada akhir cerita, tentang apa yang terjadi pada karakter tersebut. Akhir cerita yang mengesankan akan selalu diingat oleh pembaca, bahkan setelah lama mereka selesai membaca cerita tersebut.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan rekan rekan pembaca dan menjadi nilai ibadah .

(Penulis adalah seorang guru pustakawan)