Bantu Anak Temukan Cita-Citanya

5 Oktober 2014 Artikel Pendidikan


Menjadi orangtua tidak saja dituntut untuk memberikan kebutuhan dasar anak, seperti makan, minum dan tempat tinggal. Ternyata, jika ingin anak-anak bisa berhasil kelak, kita mesti memberikan dukungan sejak awal mengenai akan jadi apa anak nanti.Ketika masih anak-anak kita sering mendapat pertanyaan mengenai cita-cita. Diantara cita-cita anak, baik anak perempuan maupun laki-laki, yang terpopuler adalah menjadi dokter, arsitek, presiden, pilot, dan polisi.

Namun ada juga anak yang ingin menjadi seperti tokoh fiksi, dalam film kegemarannya. Anda sebagai orang tua tidak perlu mematahkan cita-cita anak dengan berkata hal itu tidak mungkin terjadi karena tokoh tersebut tidak ada di dunia nyata.Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah kenali dahulu bakat yang dimiliki anak sejak lahir. Yaitu bakat bawaan yang diperoleh dari keturunan sebelumnya, agar bisa dioptimalkan.

Berikut beberapa cara menggali bakat anak sehingga dapat menentukan cita-citanya:

1. Beri dukungan
Berikan dukungan, arahan, dan bimbingan pada anak agar tumbuh rasa percaya diri sehingga ia akan berjuang untuk mewujudkannya, walau mungkin Anda menganggap cita-citanya tidak mungkin terjadi.

2. Beri Tantangan
Tantangan yang diberikan kepada anak, dimaksudkan agar anak-anak lebih luas pemikirannya dan berusaha mencari solusi atas permasalahan yang ada, sehingga mereka akan terbiasa berpikir lebih rasional.

3. Mengenalkan Dunia
Kenalkan dunia baru kepada anak-anak dengan mengajaknya pergi ke suatu tempat. Di sana anak akan bertemu dengan orang dan hal baru yang dapat memperluas pengetahuan anak.

4. Budaya Membaca
Jadikan membaca sebagai kegemaran, sehingga anak semakin luas pengetahuan, dan berkembang daya pikir serta kreativitasnya.

5. Mengenalkan Tokoh Terkenal
Tidak ada salahnya bila anak-anak mengagumi tokoh tertentu. Sikapilah secara bijak dengan menceritakan bagaimana tokoh idolanya berprestasi dan bagaimana tokoh itu memulai karirnya. Sehingga akan menjadi masukan positif bagi anak, yang akan selalu diingatnya.

6. Bermain Peran
Salah satu cara untuk mengasah kreativitas anak, adalah dengan bermain peran. Biasanya anak-anak melakukan permainan peran ini secara naluriah. Namun, lebih baik lagi bila Anda ikut membuat skenario tertentu untuk dimainkan bersama dengan teman-temannya.

7. Bermain Bersama
Lingkungan sosial, mengajarkan anak-anak berinteraksi dengan sekitarnya dan menumbuhkan kepercayaan diri. Maka jangan takut untuk mendorong anak agar mau bermain bersama teman-teman sebayanya.

Sebagai orangtua, ajaklah anak untuk berdiskusi apa yang hendak ia rencanakan untuk masa depannya. Sebuah rencana tentu memerlukan dukungan penuh dari orangtua, baik berupa pendidikan maupun fasilitas lainnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)