Bahaya Memaksakan Anak untuk Belajar

24 November 2014 Artikel Pendidikan


Pastinya setiap orang tua menginginkan masa depan anaknya cerah serta pintar di setiap mata pelajaran. Namun, cara yang dilakukan untuk mencapai itu semua terkadang dipaksakan dan dirasa kurang tepat. Akhirnya, dengan memaksakan anak belajar menjadi suatu tindakan yang kerap dilakukan.

Ira Adelina M.Psi, psikolog dari Universitas Maranatha menjelaskan bahwa sangat tidak merekomendasikan adanya pemaksaan belajar terhadap anak karena segala bentuk paksaan itu pasti tidak baik. Pemaksaan yang dilakukan pada anak ketika memasuki masa emas atau golden age, yakni umur 0-5 tahun, di usia seperti ini memang sewajarnya anak diberikan dorongan atau stimulus. Akan tetapi, jika diberikan berlebihan seperti dengan paksaan, tentu bukan cara yang tepat.

Pada usia tersebut seorang anak hanya perlu dibimbing. Tidak perlu hingga dipaksa untuk belajar melakukan sesuatu. Apalagi seorang anak pada usia tersebut tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual. Seorang anak juga memerlukan penguasaan pada kecerdasan emosional serta kecerdasan sosial. Maka dari itu pemaksaan belajar pada anak dianggap hal yang tidak baik untuk proses perkembangan otak dan psikologis anak.

Menurut para psikolog, anak yang mengalami tekanan dari orang tuanya akan mengalami stress, sering memberontak dan merasa dirinya tidak bebas dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya. Diharapkan agar setiap orang tua memahami akan dampak buruk dari pemaksaan belajar

Ira berharap agar orang tua dapat memahami dampak buruk terhadap psikologis anak jika diberikan tekanan dalam belajar. Jika sudah terlanjur hal yang harus dilakukan ialah

Pertama, komunikasikan langsung dengan anak. Buatlah percakapan kecil melalui pendekatan dan pada waktu yang tepat. Tanyakan anak apakah ia merasa tertekan dan mencoba untuk mengutarakannya langsung.

Kedua, bawalah ke psikolog. Hal ini merupakan alternatif jika merasa kesulitan untuk membicarakannya dengan anak. Dengan membawanya ke psikolog, Anda juga dapat mengetahui saran-saran jitu dari pakar dan bagaimana mengatasi hal semacam itu.

Ira menambahkan bahwa berdasarkan pengalamannya, anak akan kembali normal dalam waktu 3-6 bulan jika orang tua menangani atas saran ahli dan juga dukungan penuh dari kedua pihak yaitu orang tua dan anak.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)