Bahasa Inggris, Kendala Penyelenggaraan Beasiswa ke LN

6 Agustus 2009 Artikel Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com Lemahnya kemampuan bahasa Inggris di antara para pelamar beasiswa merupakan salah satu kendala utama dalam penyelenggaraan program StuNed, program beasiswa pemerintah Belanda yang ditujukan bagi para profesional muda Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Seksi Program Beasiswa Nuffic-Neso Indonesia Monique Drenthem Soesman di acara pemberian beasiswa secara simbolis kepada 170 profesional muda Indonesia di Erasmus Huis, Jakarta, Sabtu (1/8).

Untuk itulah, lanjut Monique, sejak 2005 lalu Nuffic-Neso Indonesia memberikan kesempatan bagi 50 pelamar terbaik untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara intensif selama 5 bulan di Jakarta.

"Hasilnya, program ini terbukti mampu meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari luar Pulau Jawa, selama empat tahun terakhir," ujarnya.

Monique menambahkan, selain dari program beasiswa Stuned, pemerintah Belanda juga memberikan beasiswa melalui Netherlands Fellowship Programe (NFP) bagi profesional muda Indonesia untuk mengikuti program master atau short course. Tahun ini, tercatat sebanyak 28 akan menjadi penerima NFP dan 16 penerima beasiswa Huygens Scholarship Programme (HSP) atau program beasiswa untuk siswa berbakat.

LTF

Sumber: Kompas.Com