Bagaimana Sih Cara Belajar Orang Genius?

7 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Cara belajar orang genius? Wah, pasti harus rajin yah.

Ini dia ada ulasan bagaimana sih cara belajar orang-orang genius. Yuk simak.

Kalau kita pelajari riwayat Thomas Alva Edison, walau dia hanya belajar secara otodidak mampu menemukan berbagai penemuan baru yang mampu mengubah peradaban manusia. James Watt si penemu mesin uap dan mengawali revolusi industri. Isaac Newton, Abraham Bell, Albert Einstein, Stephen Hawking, Steve Jobs, BJ Habibie mendapat pengakuan dunia karena berbagai penemuannya dan membawa perubahan radikal beradaban manusia. Jika kita pelajari lagi, kemampuan para bocah ajaib dunia itu bukanlah karena suatu keajaiban yang datangnya dari langit, bukan juga ucapan simsalabin maka jatuh dari langit. Namun, kemampuan mereka peroleh berdasarkan cara belajar yang cerdas membentuk kemahiran belajar, sehingga mengantarkan kesuksesan mereka.

Jika selama ini selalu mengalami kesulitan atau menghadapi berbagai hambatan dalam melakukan proses belajar, itu disebabkan karena belum memiliki keterampilan belajar yang tepat untuk melakukan kegiatan (proses) belajar. Tapi hal penting yang harus diingat bahwa menjadi orang pintar, cerdas, kreatif, percaya diri dan mandiri itu sebenarnya mudah. Jawaban dari hal penting ini, harus belajar cerdas, belajar menggerakkan akal-pikiran untuk membentuk kemahiran belajar. Seperti yang dilakukan dan dimiliki para bocah ajaib dunia tersebut di atas.

Tentu kita juga berharap dapat melakukan belajar dengan perasaan gembira, bukan? Kalau guru/dosen menerangkan pelajaran, maka kita pun "langsung nyambung" dan mudah memahami apa yang dijabarkannya. Kita pun betah berlama-lama memusatkan perhatian pada pelajaran. Persoalannya, bagaimana mewujudkan harapan tersebut menjadi suatu kenyataan?

Dikutip dari buku karangan Hendra Surya dalam buku Cara Belajar Orang Genius, berikut cara-caranya:

  • Menemukan cara belajar smart, praktis dan efektif,
  • Menemukan langkah-langkah cara membuka pikiran, mengarahkan pikiran, menyusun kerangka berpikir step by step (tahap demi tahap),
  • Kreatif-inovatif dalam mengembangkan kompetensi diri,
  • Mengembangkan metodologi belajar,
  • Mencari solusi permasalahan yang menghambat untuk dapat melakukan kegiatan belajar dengan mengenali, mengidentifikasi dan menganalisa bentuk hambatan yang mengganggu proses belajar.


Nah, secara keseluruhan dalam buku ini memberi petunjuk-petunjuk kepada kita, sebagai berikut:

Bab 1. Learning Skills (Keterampilan Belajar)

Dalam bab ini, berisi petunjuk teknik menggerakkan akal-pikiran dalam belajar yang smart, cara berpikir efektif, cara mengembangkan sikap maupun psycho motor menjadi pelajar yang memiliki karakter kuat dan kompetensi unggulan. Petunjuk tersebut mencakup metode (kecakapan) bagaimana langkah-langkah cara membuka pikiran, mengarahkan (menggiring) pikiran, menyusun kerangka berpikir tahap demi tahap, mengembangkan imajinasi-kreatif dalam melakukan proses kegiatan (belajar). Pendek kata, dalam bab ini kita dipandu bagaimana proses cara menyusun jalan pikiran dalam belajar atau melakukan sesuatu secara praktis dan efektif, sehingga terbentuk keterampilan belajar (Learning Skills). Jika dapat menguasai Learning Skills (keterampilan belajar), maka akan memiliki kemahiran belajar, sehingga belajar dapat dilakukan dengan mudah dan memaksimalkan kecerdasan dalam menguasai pelajaran.

Bab 2. Panduan Belajar (Learning Guide)

Dalam bab ini, berisi petunjuk atau panduan cara mengorganisasi kegiatan belajar yang smart, yaitu menyusun langkah-langkah belajar yang praktis dan efektif. Petunjuk bagaimana membuat belajar menjadi suatu kegiatan yang menarik dan berkesan. Petunjuk tersebut mencakup strategi bagaimana cara membangun kesiapan belajar, menciptakan mood belajar, menentukan tujuan yang hendak dicapai, membangun proses penalaran (menghidup, mengontrol penalaran) dan menggiring proses belajar secara praktis dan efektif, sehingga mampu mengoptimalkan hasil belajar.

Bab 3. Membangun Konsentrasi Belajar

Dalam bab ini, diuraikan fakta yang membuat orang sulit konsentrasi belajar. Macam-macam gangguan konsentrasi belajar dan petunjuk bagaimana cara membangun konsentrasi belajar.

Bab 4. Belajar Melukis Pikiran (Strategi Menulis dan Membuat Catatan)

Dalam bab ini berisi petunjuk bagaimana menulis atau membuat catatan pemikiran secara efektif berupa lukisan pikiran, tanpa harus mengganggu ritme penalaran saat belajar. Teknik ini dapat menjadi sumber pendorong penciptaan pendalaman penalaran karena dapat mempertahankan dan meningkatkan fokus perhatian maupun konsentrasi saat belajar, baik itu belajar sendiri atau belajar di bawah bimbingan guru. Lukisan pikiran tersebut dapat menjadi gambaran atau skematis kerangka berpikir dalam memvisualkan pemahaman tentang pengetahuan yang diperoleh dan memudahkan dalam mereview kembali pemahaman pengalaman maupun pengetahuan yang telah peroleh di saat dibutuhkan. Juga, kemampuan melukis pikiran dapat menjadi petunjuk yang praktis dalam menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan secara efektif.

Bab 5. Semangat Baja, Disipliln dan Belajar Secara Teratur

Dalam bab ini berisi petunjuk bagaimana membangun spirit belajar, cara mengembangkan sikap disiplin dalam belajar dan cara mengorganisasi waktu belajar yang efektif.

Bab 6. Belajar Berpikir Kreatif (Creative Thinking)

Dalam bab ini diungkap, bagaimana belajar membuat orang jadi kreatif. Pengetahuan tentang manfaat berpikir kreatif. Petunjuk tahap-tahap proses berpikir kreatif dan berhasil menjadi penemu atau pencipta. Petunjuk bagaimana cara mengatasi segala bentuk hambatan yang menjadi penghalang berpikir kreatif dan strategi pengembangan langkah-langkah berpikir kreatif.

Bab 7. Belajar Berpikir Kritis (Critical Thinking)

Dalam bab ini, berisi petunjuk bagaimana cara meningkatkan kualitas kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui critical thinking (berpikir kritis). Petunjuk tersebut mencakup tentang pengertian Berpikir Kritis (Critical Thinking), karakteristik pemikiran kritis, karakteristik pemikir kritis, mengembangkan sifat pemikir kritis, manfaat berpikir kritis, alasan-alasan mengapa memilih berpikir kritis, hambatan berpikir kritis, langkah-langkah berpikir kritis dan cara melatih berpikir kritis.

Bab 8. Belajar Membangkitkan Mental Juara

Dalam bab ini, berisi petunjuk cara membentuk mental juara dan membangkitkan dorongan berprestasi. Petunjuk tersebut mencakup bagaimana cara merangsang membangkitkan aspirasi dan ambisi berprestasi serta semangat petarung yang gigih. Sehingga pada diri pelajar pun terus terpacu untuk membangun jalan pikirannya untuk menjadi atau menguasai sesuatu hingga tuntas. Dan yang lebih essensial lagi pada pelajar sadar akan dirinya yang belajar, sehingga belajar dilakukan dengan penuh larutan kegembiraan untuk belajar.

Bab 9. Belajar Mendengar Secara Aktif

Dalam bab ini diuraikan mengapa orang sulit menjadi pendengar aktif dan mengungkap fakta sumber masalah orang sulit menjadi pendengar aktif. Juga, petunjuk langkah-langkah efektif belajar menjadi pendengar secara aktif agar mendapatkan informasi secara utuh dan cakap dalam belajar.

Bab 10. Belajar Kolaborasi (Belajar Kelompok)

Dalam bab ini diuraikan manfaat dari belajar kolaborasi, tujuan belajar kolaborasi dan petunjuk cara belajar kolaborasi secara efektif.

Bab 11. Belajar Cara Menghadapi Ujian

Dalam bab ini diuraikan petunjuk-petunjuk cara menghadapi ujian.

Bab 12. Belajar Membangun Kecerdasan Emosional

Dalam bab ini mengungkap bagaimana pengaruh emosi dalam belajar, menjelaskan peranan kecerdasan emosional dalam memberi peluang dan keleluasaan IQ berkembang secara maksimal. Begitu juga berisi petunjuk bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional.

Sistematis pengulasan yang dipergunakan buku ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Buku ini disajikan tidak seperti buku referensi pada umumnya yang bersifat teoritis belaka, melainkan mengungkap hal-hal nyata, praktis dan efektif serta dilengkapi contoh kasus.

Tentunya, setelah mampu memahami dan dapat mempraktikkan petunjuk-petunjuk dalam buku ini, maka kitapun mengetahui bagaimana melakukan cara belajar yang praktis dan efektif. Karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengatakan belajar itu susah.

Oleh: Ariyanti S

(Dikutip dari berbagai sumber)