Bagaimana Mimpi Seseorang yang Buta?

6 Juni 2015 Artikel Pendidikan


Semua orang tentu pernah mengalami mimpi dalam tidurnya. Dalam mimpi, kita terlibat dalam berbagai kejadian yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur. Namun pernakah Anda terpikir, bagaimana bentuk mimpi dari seseorang yang tidak memiliki indra lengkap dari lahir, seperti indra penglihatan? Bagaimana mungkin kaum tuna netra sejak lahir mendapatkan konsep gambar benda di luar sana kalau mereka tidak pernah melihatnya?

Suatu penelitian dalam jurnal Sleep Medicine melibatkan sekelompok kaum tuna netra sejak lahir, yang buta pada usia tertentu, dan mereka yang bisa melihat. Mereka ditanyai perasaan emosi mereka dalam mimpi tersebut. Mereka juga ditanyai tentang tema-tema, seperti ‘jatuh’ atau kemampuan terbang.

Menurut respoden dari sisi orang buta, kebanyakan isi mimpi mereka berkaitan dengan hal-hal yang mereka dengar. Sebanyak 86% peserta mengalami suara dan ucapan, dibandingkan dengan angka 64% pada mereka yang dapat melihat.

Kaum tuna netra juga mengalami lebih banyak rasa sentuhan dalam mimpi mereka, yakni 70% dibandingkan dengan 45% pada mereka yang dapat melihat. Mereka yang buta juga lebih sering mengecap dan membaui daripada mereka yang dapat melihat.

Namun dari semua kelompok, mereka yang buta sejak lahir ternyata lebih sering, sekitar 25% kemungkinan mengalami mimpi buruk. Tidak ada alasan pasti, namun para peneliti memiliki teori mengenai hal ini.

Mimpi buruk adalah cara otak kita memproses dan menghadapi ancaman-ancaman terhadap keamanan kita, jadi tidaklah mengherankan ketika kaum tuna netra lebih sering bermimpi buruk, misalnya mimpi tertabrak mobil, mimpi tersesat, atau mimpi kehilangan anjing penuntun.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)