Bagaimana Mereka ke Sekolah?

2 April 2012 Artikel Pendidikan



Ratusan murid SMP Satu Atap Cibalong Garut, terpaksa nekat bertaruh nyawa merayapi tebing curam dan terjal, untuk pergi ke sekolah serta pulang kembali ke rumah, akibat aliran Sungai Cisanggiri meluap dan sangat membahayakan.


Menantang maut, mungkin ungkapan ini cocok untuk para siswa SD di Kampung Waru, Desa Sangiangtanjung, Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten. Sebab untuk pergi dan pulang sekolah mereka harus melintasi sebuah jembatan gantung yang miring karena talinya putus.


Setiap pagi anak-anak dari Kampung Injros yang wilayahnya berada di sebuah pulau.harus mendayung perahu untuk pergi ke sekolah karena letak sekolahnya berada di Kota Jayapura.

Lihatlah bagaimana perjuangan adik-adik kita yang masih duduk di bangku SD pergi ke sekolah. Anak anak ini calon penerus masa depan bangsa ini mempertaruhkan nyawa demi ke sekolah.


Sejumlah pelajar duduk di atap mobil angkutan untuk pergi ke sekolah di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumut, Sabtu (10/10). Tindakan yang terpaksa dilakukan sejumlah pelajar tersebut sangat membahayakan kesemamatannya.


Muhammad Ersyad, 8 tahun. Bocah kelas II SD ini menuntut kuda di pagi hari bak seorang Cowboy di film barat. Bukan untuk menggembala sapi tentunya, namun hendak berangkat sekolah. Setelah pamitan pada kakek nya, dengan cekatan dia naik ke atas kuda milik nya.


Sekitar 20-an siswa SDI Maulumbi, Kecamatan Kanbera, Kabupaten Sumba Timur berenang melintasi aliran sungai yang cukup deras untuk menuju ke sekolah.