Bagaimana Menjalin Komunikasi dengan Anak Autis?

10 Oktober 2019 Artikel Pendidikan


Komunikasi adalah cara manusia menjalin hubungan dan berinteraksi satu sama lain. Namun, bagi penderita autisme, berkomunikasi dengan penderita autisme jelas bukan perkara mudah. Bukan berarti tidak bisa dilakukan, dibutuhkan metode yang tepat dan sikap yang sabar serta ulet untuk dapat menjalin komunikasi dengan anak penderita autisme

Dalam buku Autistic Disturbances of Affective Contact yang dikarang oleh Leo Kannermenyebutkan beberapa gejala yang didapat pada anak autisme. Diantaranya adalah kesendirian (bermain seorang diri) pada anak autis begitu hebat serta perkembangan bahasa yang terlambat. Anak autis juga disebut juga bermain di dunianya sendiri.

Hal seperti inilah yang menyebabkan anak-anak autis tidak mampu membentuk jalinan emosi dengan orang lain. Dalam kasus lain, beberapa anak autis merasa sensitif terhadap bunyi atau suara yang didengar telinga, sentuhan, pandangan mata dan penciuman. Kondisi ini jelas menyulitkan orangtua dan orang lain untuk menjalin komunikasi dengan anak autis.

Lalu, bagaimanakah Anda menyikapi hal tersebut?

Untuk membesarkan seorang anak autis memang butuh ilmu dan usaha sendiri. Anda tidak dapat membesarkan seorang anak autis sendirian, kita butuh dukungan dari banyak pihak untuk melakukan ini sehingga mampu memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak anak Anda.

Peran penting orang tua dan keluarga terdekat

Perlu dipahami bahwa anak autis dapat mencapai pertumbuhan yang optimal jika didukung dengan penanganan yang baik. Penanganan yang baik ini membutuhkan keterbukaan dari orangtua untuk mengkomunikasikan kondisi anak mereka secara jujur pada dokter jiwa anak, dokter anak, terapis, psikolog, guru di sekolah, termasuk saudara - saudara di dalam keluarga besar. Jadi bekerjasamalah dengan mereka. Keluarga merupakan lingkungan di mana anak menghabiskan waktunya selama masa-masa pertumbuhan.

Itu kenapa kita perlu mengatur agar keluarga menjadi sebuah lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Orangtua harus terlebih dahulu menerima kondisi anaknya sebagaimana adanya. Meskipun pada awalnya perlu banyak menggali informasi dari para ahi yang ada, pada akhirnya orangtua yang akan bertindak sebagai manajer bagi semua ahli yang menangani anaknya.

Berkomunikasi

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berkomunikasi dengan anak autis:

  • Menunjukan sesuatu,
  • Menggunakan alat bantu berupa gambar - gambar, atau
  • Menggunakan bahasa isyarat standar
  • Berlatih keterarahan suara/wajah jika berbicara
  • Menanggapi perkataan anak


Keterlibatan orang tua secara aktif sangat dibutuhkan dalam mendukung perkembangan optimal pendidikan anak-anak autis dan membangun komunikasi yang baik pada anak autis.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)