Bagaimana Menjadikan Anak Lebih Cerdas?

11 Februari 2018 Artikel Pendidikan


Mempunyai anak pintar dan cerdas tentunya sebuah harapan saat mendidik anak bagi semua orang tua. Dahulu kala ada teori yang mengatakan bahwa kecerdasan seorang anak dapat di lihat dari kapasitas otak yang di miliknya. Artinya semakin besar ukuran kepala seorang anak maka semakin cerdas pula. Sekilas hal tersebut sepertinya tidak masuk akal namun jika di telaah lebih jauh lagi mengenai teori tentang bagaimana otak menyimpan data, mengingat sesuatu serta membayangkan (berimajinasi) maka teori tadi bisa dikatakan ada kebenarannya.

Bahwa sebuah ingatan atau kejadian yang dialami seseorang sepertinya akan selalu teringat dengan baik yakni dalam bentuk gambar, suara atau rasa jika di picu (stimulus) oleh rangsangan yang diperoleh dari luar. Lalu pertanyaan nya adalah dimana letak memori atau ingatan tersebut disimpan? Ada yang mengatakan jaringan sel saraf (neuron) yang ada di dalam otak yang menyimpannya. Karena setiap kejadian akan tersimpan di sel-sel halus yang akan terus berkembang atau bertambah seiring dengan memori atau ingatan apa yang Anda masukkan. Begitu halnya dengan ingatan pelajaran di sekolah ketika kecil dahulu atau kejadian yang baru saja Anda rasakan atau alami beberapa waktu lalu.

Namun namanya teori terlepas benar atau tidaknya ternyata masih bisa kita ambil manfaatnya bahwa tidak ada kata terlambat untuk bisa terus menjadikan diri kita atau putra-putri kita untuk terus menambah sel saraf di otaknya. Yaitu dengan menstimulus agar sel saraf tersebut terus dan terus bertambah dan berkembang.

Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan kecerdasan otak anak:
1. Bermain Permainan Asah Otak

Hal ini telah terbukti untuk meningkatkan kemampuan otak kanan anak Anda. Catur, teka-teki silang, ataupun permainan tebak-tebakan dapat melatih otak anak . Permainan seperti Sudoku bisa menjadi permainan yang menyenangkan sekaligus melatih pemikiran strategis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan yang kompleks. Jaga terus permainan asah otak ini di sekitar rumah dan ajak anak anda untuk membantu anda dalam memecahkan masalah yang rumit.

2. Belajar Musik
Mendengarkan anak Anda bermain musik mungkin tidak selalu menyenangkan bagi Anda, namun pelajaran musik dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengasah otak kanan. Berdasarkan sebuah penelitian oleh para peneliti dari Universitas Toronto, pelajaran musik tampaknya bermanfaat bagi perkembangan IQ dan akademik anak. Penelitian tersebut menemukan bahwa belajar musik di masa kecil akan berpengaruh pada hasil (nilai) yang lebih bagus saat di SMU, dan IQ yang tinggi ketika dewasa.

3. Olahraga
Studi yang dilakukan oleh peneliti Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Berolahraga dapat mendorong anak lebih percaya diri, mampu bekerja secara tim, dan berjiwa kepemimpinan.

4. Menggali dan Menjaga Rasa Keingintahuan
Para ahli mengatakan bahwa orang tua yang mendorong dan menjaga anak-anak mereka untuk menggali hal-hal baru, mengajarkan mereka akan pelajaran yang berharga: bahwa mencari pengetahuan adalah sangat penting. Dukunglah hobi anak-anak anda selama itu positif, jangan bosan-bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang mungkin remeh bagi anda, dan ajarkan keahlian-keahlian baru pada mereka. Hal tersebut dapat membantu perkembangan otak anak anda ke arah yang lebih intelektual.

5. Membaca
Membaca sangat baik untuk perkembangan otak anak. Membaca adalah cara untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif pada anak-anak dari segala usia. Ajari anak-anak anda untuk membaca sedini mungkin dan dorong mereka agar senantiasa gemar membaca.

6. Menguatkan Kepercayaan Diri
Pada usia remaja, anak-anak dapat menjadi mangsa berpikir negatif yang dapat membatasi potensi mereka. Psikolog anak mendorong orang tua untuk menguatkan anak-anak mereka secara positif dengan dorongan dan keyakinan yang optimis. Partisipasi dalam olahraga tim dan kegiatan sosial lainnya juga membantu membangun kepercayaan diri anak.

Tidak ada orang yang lebih baik dan tepat untuk mendidik anak selain Anda sebagai orang tuanya, karena disadari maupun tidak anak akan lebih cenderung mengikuti kebiasaan dan beradaptasi dengan pribadi Anda.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)