Ayo, Tingkatkan Imajinasi Anak dengan Cara Ini



Setiap anak senang bermain pura-pura, mereka bisa berperan sebagai dokter, menirukan singa, atau berpura-pura menjadi ibu sambil menggendong bonekanya. Bebaskan anak menuangkan imajinasinya karena hal itu bermanfaat positif untuk perkembangan otaknya. Kemampuan imajinasi anak biasanya berkembang pesat saat ia berusia 18-20 bulan. Bahkan anak-anak berusia 2-4 tahun melewatkan hampir separuh waktunya untuk bermain pura-pura.

Imajinasi yang aktif akan membantu anak untuk mengembangkan berbagai kemampuannya.Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memicu imajinasi anak. Di antaranya adalah:

1. Berbagi Cerita

Gunakan anak sebagai karakter utama sesuai dengan cerita yang kalian baca. Itu merupakan cara yang bagus untuk memperluas harga dirinya. Anak juga bisa belajar untuk membuat narasi dan petualangannya sendiri.

2. Bacalah Buku-buku

Membaca cerita bersama-sama adalah cara yang bagus untuk memperkaya kehidupan fantasi balita Anda. Pilih buku dengan banyak gambar yang besar-besar, berwarna-warni, dan ajak anak menikmati semua cerita di dalamnya. Sebelum anak bisa membaca, Anda dapat bebas berkreasi mengenai jalan ceritanya sesuka Anda.

Tampilkan segala foto-foto, buat suara hewan atau kendaraan atau karakter yang berbeda, dan diskusikan apa yang terjadi atau mungkin terjadi pada tokoh-tokoh yang ada di buku itu.

3. Batasi TV

Ketika anak menonton acara anak-anak, film, atau media lainnya, moderasi adalah kuncinya.American Academy of Pediatrics merekomendasikan, tidak menggunakan media sama sekalipada anak-anak yang usianya kurang dari 2 tahun. Kalaupun anak menuntut menonton TV,batasi maksimal 30 menit setiap harinya.

4. Membuat Musik

Meskipun anak belum siap untuk pelajaran musik terstruktur, Anda masih bisa mengisinyadunia dengan musik. Ajak anak mendengarkan berbagai lagu bersama-sama dan dorong ia berpartisipasi dengan bernyanyi, menari, atau bermain mainan atau instrumen buatan sendiri.

5. Bermain Pura-pura

Anak-anak belajar banyak dengan mendramatisir peristiwa dari kehidupan dan fantasi mereka sehari-hari. Ketika anak menciptakan skenario dan alur cerita dengan karakterfantasinya, saat itu sebenarnya ia sedang mengembangkan keterampilan sosial dan verbal.

Anak juga belajar masalah emosional saat ia mengulang skenario yang melibatkan perasaan sedih, gembira, takut, atau aman. Membayangkan dirinya sebagai seorang ibu, dokter, atau guru, mampu membuatnya merasa kuat dan memberinya pengalaman yang bertanggung jawab.

6. Sediakan Alat Peraga

Gunakan properti apa saja yang bisa digunakan untuk bermain imajinatif dengan anak Anda. semakin sederhana, semakin baik. Misalnya, menggunakan kardus menjadi mobil-mobilan, kapal, atau kereta, handuk menjadi jubah superhero, dan lain sebagainya. Karena sebagian besar aksi terjadi di dalam kepala anak, buat properti dengan spesifik sesuai dengan karakter kartun yang diinginkan.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)