Asah Kreativitas Anak dengan Kegiatan Menulis

29 Juni 2016 Artikel Pendidikan


Kegiatan menulis biasanya menjadi sebuah kegiatan yang membosankan jika tidak dikemas dengan baik. Menulis pada dasarnya merupakan hal dasar bagi seorang anak dalam melatih kreativitas dan kemampuan kognitifnya.

Seperti yang dilansir di laman parenting.com , psikolog anak sekaligus art therapist dan writing coach,Amelia Hirawan mengatakan bahwa dalam kegiatan menulis anak, proses kreatif justru datang dari hasil akhir yang tidak melulu harus berupa cerita atau laporan. Dengan proses penulisan kreatif, si anak justru dapat lebih jauh menggali potensi terpendam miliknya.

Amelia mengatakan bahwa budaya menulis pada anak bisa ditularkan melalui banyak media dan jenisnya seperti puisi, komik anak, film animasi, sebuah kutipan atau bila sudah diberikan akses ke sosial media bisa diterapkan dalam membuat sebuah status.

Untuk mengasah kreativitas dalam menulis, psikolog anak tersebut lebih suka memilihkan jenis cerita khayalan atau fiksi. Karena pada dasarnya anak akan jauh lebih senang dan berimajinasi luas jika mengenai fiksi. Misalkan saja menulis sebuah dongeng. Ia tentunya akan merasa bebas berimajinasi tanpa mengkhawatirkan penggunaan informasi yang tidak tepat seperti menulis laporan.

Jika dalam menulis laporan atau hal-hal nonfiksi lain kebanyakan anak menggunakan otak kiri atau logika, maka dengan menulis sebuah fiksi, anak akan terasah kreativitasnya dengan menggunakan otak kanan yang didominasi oleh kemampuan berimajinasi, emosi serta opini mereka.

Nah, jika ingin mengasah kreativitas anak dengan menulis, jangan melulu menyuruh dia menuliskan pengalaman berliburnya. Mintalah dia menulis hal-hal di luar kebiasaan yang memancing imajinasi sehingga si anak mampu mengembangkan kreativitas dengan baik.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)