Apa Itu Fanatik?

1 Februari 2015 Artikel Pendidikan


Fanatisme adalah paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Bisa dikatakan seseorang yang fanatik memiliki standar yang ketat dalam pola pikirnya dan cenderung tidak mau mendengarkan opini maupun ide yang dianggapnya bertentangan.

Fanatisme dipandang sebagai penyebab menguatnya perilaku kelompok yang tidak jarang dapat menimbulkan perilaku agresi. Individu yang fanatik akan cenderung kurang memperhatikan kesadaran sehingga seringkali perilakunya kurang terkontrol dan tidak rasional.

Pengertian Fanatisme sendiri dapat disebut sebagai orientasi dan sentimen yang mempengaruhi seseorang dalam berbuat sesuatu, menempuh sesuatu atau memberi sesuatu, dalam berfikir dan memutuskan, dalam mempersepsi dan memahami sesuatu, dan dalam merasa secara psikologis. Seseorang yang fanatik biasanya tidak mampu memahami apa-apa yang ada di luar dirinya, tidak paham terhadap masalah orang atau kelompok lain, tidak mengerti paham atau filsafat selain yang mereka yakini.

Jenis-jenis fanatisme

  • Fanatisme etnis
  • Fanatisme nasional
  • Fanatisme ideologi
  • Fanatisme agama
  • Fanatisme olahraga


Fanatisme dikalang masyarakat sendiri sangat banyak, mulai dari hal yang biasa saja ada pula hal yang bisa membahayakan orang yang disekitar. Sebagai contoh adalah fanatisme sikap anarkis para fanatik sporter bola yang akan menonton kesebelasan tim sepak bola kesayangan mereka, tak sedikit orang yang menjadi korban sikap anarkis mereka. Untuk mengurai perilaku fanatik seseorang atau sekelompok orang, tidak cukup dengan menggunakan satu teori, karena fanatik bisa disebabkan oleh banyak faktor, bukan oleh satu faktor saja. Munculnya perilaku fanatik pada seseorang atau sekelompok orang di suatu tempat atau di suatu masa. Bisa jadi merupakan akibat logis dari sistem budaya lokal, tetapi bisa juga merupakan perwujudan dari motif pemenuhan diri kebutuhan kejiwaan individu atau sosial yang terlalu lama tidak terpenuhi.

Karena perilaku fanatik mempunyai akar yang berbeda-beda, maka cara penyembuhannya juga berbeda-beda. Pengobatan yang sifatnya sekedar mengurangi atau mereduksi sikap fanatik harus menyentuh masalah yang menjadi sebab munculnya perilaku fanatik. Dan jika perilaku fanatik itu disebabkan oleh banyak faktor maka dalam waktu yang sama berbagai cara harus dilakukan secara serempak atau stimulan.

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)