Anjing Membantu Anak-Anak Lancar Membaca

29 April 2010 Artikel Pendidikan


Para peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa membaca kepada anjing bisa membantu anak-anak memperbaiki kelancaran membaca mereka sampai 30 persen. Beberapa organisasi pecinta binatang di Amerika sudah memiliki skema untuk memperbaiki kelancaran membaca pada anak-anak dengan memasangkan anak-anak dan anjing, tapi sampai sekarang bukti-bukti ini lebih merupakan anekdot daripada berdasarkan riset.

Penemuan ini merupakan hasil kerja sama antara peneliti dari Sekolah Kedokteran Hewan Universitas California, Amerika Serikat, dan sebuah yayasan penyelamatan binatang di California. Dalam sebuah pernyataannya awal bulan ini, peneliti dari Universitas California mengatakan bahwa mereka bersama-sama mempelajari binatang yang membantu terapi membaca.

Martin Smith, pemimpin penelitian ini, mengatakan bahwa anjing bisa membantu anak-anak membangun kepercayaan di dalam kemampuan membaca.

Smith dan koleganya mengeksplorasi perubahan-perubahan di dalam kemampuan membaca di kalangan murid-murid kelas tiga dan di kalangan murid-murid home schooling. Mereka menemukan kelancaran membaca meningkat 12 persen pada murid-murid sekolah umum dan 30 persen pada murid home shooling. Kecepatan membaca pun sampai 30 kata per menit.

Anak-anak tersebut secara teratur membaca dengan keras kepada tiga anjing (bernama Molly, Digony, dan Lollipop). Murid-murid home schooling itu berkunjung ke kampus sekolah hewan setiap pekan selama 10 pekan, dan setiap kunjungan setiap anak membaca dengan keras kepada salah satu dari anjing-anjing itu selama 15 sampai 20 menit.

Salah seorang anak mengatakan kepada peneliti: "Aku merasa rileks ketika aku membaca kepada seekor anjing karena aku gembira."
Setelah penelitian ini, 75 persen orang tua meloaporkan bahwa anak-anak mereka sekarang membaca lantang lebih sering dan dengan lebih percaya diri.

Para peneliti mengatakan bahwa karena anak-anak memandang anjing sebagai pasien, dan non-judgemental, ini mengubah perilaku membaca mereka. (Ngarto Februana)

Sumber: Medical News Today (tempointeraktif.com)