Anak Terbiasa Meniru Ucapan Negatif, Berikut Trik Menghindarinya

21 Juli 2014 Artikel Pendidikan


Kebiasaan anak-anak dapat terbentuk dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya sehingga dibutuhkan pola asuh yang tepat pada anak apalagi di usia emas perkembangannya. Meskipun telah menerapkan pola asuh yang baik akan tetapi beberapa sikapnya yang didapatkan dari lingkungan bermainnya seperti tutur kata dan gerakan yang cenderung negatif mungkin saja dialami oleh anak Anda dengan cara meniru. Hal ini yang harus diwaspadai agar anak tidak meniru ucapan negatif sehingga membentuk pribadi yang lebih baik. Anak-anak usia balita memiliki tingkat imitasi atau menirukan yang sangat tinggi. Umumnya anak di usia ini akan dengan mudah mengingat dan menirukan segala hal yang dilihat dan didengarnya dari orang-orang sekitar dan lingkungan tempat ia berada.

Hal seperti ini tentu tidak Anda inginkan bukan? Untuk itu diperlukan trik khusus agar anak tidak meniru ucapan dan perbuatan negatif yang dapat berdampak buruk bagi perkembangannya. Apa saja triknya?

Berikut beberapa trik agar anak tidak meniru ucapan dan perbuatan negatif:

1.Jangan pernah menertawakan anak ketika ia menirukan sesuatu yang negatif.
Sikap Anda menertawakannya ini dapat diartikan oleh anak sebagai suatu persetujuan sehingga anak akan cenderung untuk mengulanginya kembali.

2.Berikan pemahaman kepada anak bahwa apa yang ia tiru tidak baik.
Anak mungkin tidak akan langsung mengerti atau paham, sehingga lakukan hal ini setiap kali anak mengulangi perkataan atau perbuatan negatifnya.

3.Latih sejak dini anak untuk bertuturkata dan berperilaku sopan.
Tingkat imitasi anak yang tinggi seharusnya dapat Anda manfaatkan untuk hal-hal positif. Usahakan untuk selalu mengajarkan sesuatu yang baik kepada anak dalam berucap dan bertingkah laku. Dengan demikian potensi anak menirukan hal negatif di luar akan dapat diminimalkan dengan konsep awal anak yang telah Anda tanamkan lebih dulu.

4.Bimbing dan arahkan.
Jangan mudah menyerah jika anak sudah dinasihati, namun tetap mengulang kata-kata tidak pantas itu. Tugas orangtua adalah membimbing dan mengarahkan buah hati secara terus menerus.

Di usia balita anak-anak akan mulai menyerap segala informasi dan juga meniru segala tindakan dari orang-orang disekitarnya. Tentu ini masa-masa dimana seharusnya para orangtua memberikan bimbingan dan dituntut untuk lebih berhati-hati dalam bersikap.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tags