Anak Sulit Belajar? Simak Solusinya!

1 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Menyuruh atau mengingatkan anak belajar memang gampang-gampang susah. Terkadang si anak tiba-tiba mau belajar dan terkadang sangat sulit untuk disuruh belajar. Hal tersebut sangatlah wajar karena emosi si anak masih berubah-ubah dan masih ingin menikmati masa-masa bermainnya. Anak tidak mau belajar atau malas untuk membaca buku pelajaran, sering jadi keluhan orangtua. Dimana anak lebih suka melihat tayangan televisi, seperti sinetron, film atau bermain dengan teman-teman sebayanya.

Jika anak tidak mau belajar, mereka menganggap bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang kurang menyenangkan dibandingkan dengan bermain atau nonton. Untuk mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan membuat anak menganggap bahwa belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat mereka sadar bahwa belajar adalah suatu kebutuhan.

Banyak guru atau orangtua mulai bertanya-tanya kenapa anaknya sulit belajar. Anggapan yang sering kali muncul adalah anaknya bodoh atau mempunyai IQ yang rendah atau memang malas belajar.Solusi untuk anak yang mengalami kesulitan belajar tidak selalu sama untuk setiap anak, karena tergantung pada akar permasalahan dan kondisi lingkungan anak. Untuk mencari jalan keluar dalam masalah ini, Anda dapat mulai menyelidiki apa penyebab kesulitan belajar pada anak Anda.

Apabila telah mengetahui akar permasalahannya, Anda dapat mencoba mencari solusinya. Khususnya, jika kesulitan belajar karena faktor eksternal, solusi dapat segera dilaksanakan karena tidak menyangkut kemampuan fisik atau adanya masalah dari dalam diri anak Anda.

Komunikasi dengan teman hidup, anggota keluarga serumah, pengasuh dapat dilakukan agar tercipta suasana nyaman di dalam keluarga. Bicarakan bagaimana cara pengasuhan dan pembiasaan belajar yang tepat untuk anak. Untuk masalah di sekolah, penting agar orang tua menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan guru.

Orang tua dapat memberitahu masalah yang dihadapi anak dan meminta bantuan guru untuk membantu dan memberi perhatian kepada anak selama di sekolah. Komunikasi yang baik akan membantu guru untuk berbicara secara terbuka tentang bagaimana sikap anak selama di sekolah yang mungkin tidak diketahui orang tua sehingga menjadi masukan bagi orang tua untuk mendidik anak.

Jika kesulitan belajar disebabkan faktor internal, orang tua dapat menggunakan bantuan dari tenaga ahli, misalnya dengan berkonsultasi dengan dokter atau terapis. Jika diperlukan, orang tua dapat melakukan terapi-terapi untuk membantu meningkatkan kemampuan anak. Misalnya terapi wicara jika ada masalah dalam hal bicaranya, terapi integrasi sensorik-motorik, terapi remeridial untuk membantu memperbaiki konsep belajar, terapi okupasi untuk memperbaiki motorik halus sehingga anak dapat lebih baik untuk memegang pensil, menulis, dan menggambar.

Perhatian dan kasih sayang orang tua adalah bantuan terbesar untuk anak, termasuk bagi anak yang mengalami kesulitan belajar. Terus dukung dan tunjukkan rasa sayang untuk anak Anda.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)