Anak Suka Pilih - Pilih Makanan? Atasi dengan Kebiasaan Ini

21 Oktober 2017 Artikel Pendidikan


Demi mencukupi serta menunjang gizi anak, terkadang membuat orang tua harus menyediakan makanan yang dapat mengimbangi gizi anak dalam tumbuh kembangnya. Makanan yang dikonsumsi anak pun harus seimbang antara daging, buah, dan sayuran turut harus dipenuhi untuk menjaga pencernaan anak tetap sehat.

Namun acapkali orangtua sering kesulitan dalam memberikan makan anak karena dengan berbagai alasan yang diberikan oleh si anak dengan makanan yang diberikan entah tidak suka sayur, tidak nafsu makan dan hanya makanan tertentu yang diinginkan.

Kebanyakan anak dalam usia sekolah memilih makanan apa yang mereka sukai dan tidak sukai. Akibatnya orangtua akan kebingungan untuk mewujudkan anak yang sehat dalam tumbuh kembangnya.

Nah, para orangtua tidak perlu cemas dalam menanggapi gizi anak karena dengan cara berikut, anak akan mengurangi keinginannya untuk mengonsumsi makanan tertentu dan menjadikan ia sehat.

1. Lebih memilih makanan lainnya ketimbang sayuran
Mungkin tidak hanya anak anda yang membenci sayur. Sayur sejak dahulu telah menjadi musuh sebagian besar anak-anak walaupun mereka belum pernah mencoba untuk memakannya sama sekali. Hal ini disebabkan karena beberapa sayuran memiliki bau dan rasa yang kuat terutama ketika dimasak.
Tetap berikan sayur-sayuran tersebut pada mereka. Jika anak mau mencoba tetapi akhirnya mengeluarkannya kembali dari mulutnya, cobalah lagi di lain hari. Anda dapat menyiasatinya dengan mencampur sayuran tersebut dengan saus atau menyembunyikannya dibalik jenis olahan makanan lainnya.

2. Suka dengan makanan sejenis
Banyak anak-anak yang hanya menyukai 1 jenis makanan saja. Untuk sementara memang ini tidak apa-apa tetapi jika dibiarkan anak bisa kekurangan gizi. Namun, usahakan untuk tidak marah ketika anak akan diberikan makan. Terus tawarkan variasi makanan pada anak walaupun pada awalnya anak akan menolak. Kebanyakan anak membutuhkan waktu berfikir sebelum mereka memutuskan menyukai makanan yang baru dan lakukan hal ini tanpa menekan anak.

3. Jajan/ suka cemilan
Kebiasaan ngemil sesukanya dapat menjadi sebuah kebiasaan nantinya. Untuk itu sebaiknya Anda mengatur jadwal kapan waktu yang tepat untuk anak menikmati cemilan.
Biasakan anak mengikuti jadwal tersebut misalnya dalam sehari anak boleh makan cemilan dan makanan manis setiap pukul 3 atau 5 sore perhari. Semakin dibiasakan hal ini akan membuat anak semakin penasaran akan cemilan yang akan Anda berikan dan menjaganya tetap pada jadwal yang sudah Anda buat.

Memang tidak mudah untuk melakukannya, tetapi kunci dalam melakukan hal ini adalah terus mengulangnya dengan sabar. Kebanyakan anak akan mencoba makanan yang baru setelah ditawari 10-15 kali, selain itu buatlah makanan tersebut dalam porsi kecil ketika Anda memperkenalkannya pada si kecil.

4. Berikan Jus dan Susu
Banyak anak yang lebih menyukai jus dan susu sebagai pengganjal rasa laparnya dibandingkan nasi. Tetapi jika terlalu banyak mengonsumsinya tentu anak dapat menjadi obesitas.
Untuk itu batasi asupan jus dan susu yang dikonsumsi anak untuk yang berusia 1-6 tahun sediakanlah jus sebanyak 4-6 ons perhari atau setara dengan setengah atau tiga per empat gelas, selain itu hindari juga gula tambahan ke dalam jus. Untuk mengonsumsi susu sebaiknya maksimal diberikan 2 gelas untuk pagi dan sore/ malam.

5. Makan bersama dengan anak

Salah satu penyebab jarangnya makan bersama dengan anak adalah kesibukan. Hal ini tentulah mencari waktu makan bersama di meja makan cukup sulit. Tidak perlu dipaksakan setiap malam, namun usahakan sesering mungkin. Kita juga tidak bisa berharap anak-anak akan duduk lama. Jadi, Anda sebagai orangtua juga harus disiplin makan bersama, tanpa bertelepon atau sambil menonton TV.

Satu hal lagi, hindarilah bernegosiasi dengan anak dalam memberikan makanan yang bergizi dan berilah pujian kepada anak jika ia menghabiskan makanan yang diberikan oleh anda.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)