Anak Suka Pamer? Sikapi dengan Tips Berikut

1 November 2018 Artikel Pendidikan


Dalam perkembangan psikologisnya, sekitar usia 6 hingga 12 tahun, anak mulai mengidentifikasi dirinya dengan cara membandingkan dirinya dengan anak lain. Bukan lagi karena anak merasa mampu melakukan sesuatu, namun melihat dirinya lebih mampu melakukan sesuatu dibanding anak lainnya. Selain itu, anak juga ingin lebih diperhatikan, mendapat pengakuan, dan ingin dikagumi oleh orang banyak. Sehingga cenderung ingin menonjolkan hal-hal yang ada pada dirinya. Salah satu bentuk dari kecenderungan ini adalah dengan menunjukkan kepemilikannya sebagai simbol status `saya punya', dan inilah yang kemudian terkesan pamer. Ketika mendapati buah hati Anda seperti ini, Anda harus menyikapi anak yang suka pamer dan menanganinya dengan tepat. Karena jika tidak, maka sifat seperti ini akan menetap pada dirinya.

Berikut beberapa tips menyikapi anak yang suka pamer yang bisa Anda lakukan:
1. Jangan langsung memberikan label sombong

Seringkali anak membanggakan sesuatu yang dimiliki kepada teman-temannya karena dia ingin mengenalkan dirinya. Jadi ketika dia terlihat pamer kepada temannya, berarti dia sedang mengasah kemampuannya untuk mengenali dirinya sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mendampinginya pada masa-masa ini.

2. Tanyakan alasannya
Ketika Anda melihatnya pamer dan berbohong, jangan langsung memarahinya. Ketika Anda sedang berdua dengannya, cobalah mendekatinya lalu tanyakan alasannya melakukan hal tersebut. Namun biasanya hal ini terjadi karena mereka merasa sedang berkompetisi dengan temannya. Jadi mereka akan merasa tidak nyaman ketika dikalahkan oleh temannya.

3. Beritahu kalau sifat itu tidak baik
Jangan biarkan anak berbohong atau mengarang cerita agar bisa dikagumi oleh teman-temannya. Tekankan kepadanya kalau sifat tersebut tidak baik dan tidak boleh diulangi. Tapi pastikan kalau Anda mengatakan hal tersebut dengan penuh kehati-hatian karena bisa saja anak merasa dimarahi ketika Anda mengungkapkannya. Ada baiknya jika Anda menggunakan media perantara seperti dongeng atau film yang menggambarkan kejujuran untuk memberi tahunya.

4. Katakan kalau Anda bangga padanya
Tunjukkan padanya kalau Anda bangga kepadanya apapun yang terjadi. Katakan padanya kalau dia tidak perlu memamerka barangnya atau melakukan kebohongan agar bisa mendapatkan perhatian. Ketika anak sedang berlatih melakukan sesuatu namun belum bisa melakukannya, jangan memarahinya tapi berikan motivasi agar dia bersemangat melakukannya.

5. Berikan contoh kepadanya
Anak-anak biasanya meniru dari orangtua atau orang-orang di sekitarnya. Jadi ada baiknya jika Anda memperlihatkan kesederhanaan kepadanya sehingga dia bisa menirunya. Anda juga bisa sesekali mengajaknya ke pantai asuhan untuk berbagi kepada anak-anak disana agar mereka bisa mensyukuri keadaannya, mengurangi hobi pamernya dan juga melatih kepekaan lingkungannya.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tags